• Berita Terkini

    Friday, November 3, 2017

    Kapolres Kebumen Sesalkan Adanya Pelajar tak Tertib Berlalulintas

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kapolres Kebumen, AKBP Titi Hastuti mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas. Setidaknya itu terlihat pada saat razia kendaraan dalam rangka Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar di Jl Ahmad Yani Kebumen, Kamis (2/11/2017).

    Saat itu, ratusan pengendara sudah ditilang karena melanggar aturan lalu lintas. Sebagian besar karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan. Yang bikin geleng-geleng kepala, ada diantara para pelanggar lalu lintas tersebut masih berstatus pelajar.

    “Ada beberapa pelajar saat kami cek kelengkapan berkendara nya tidak lengkap. Bahkan ada juga yang belum cukup umur. Itu kan bahaya. Bahaya untuk dirinya maupun orang lain,” kata Kapolres.

    Dari temuan tersebut, Kapolres menghimbau kepada para pelajar, jika memang belum memiliki SIM jangan mengendarai kendaraan bermotor. “Jangan lah. Kan bisa naik
    sepeda, ataupun diantar pada saat pergi sekolah. Kalotidak, ngangkot kan bisa. Sebetulnya, banyak cara agar para pelajar ini bisa sampai ke sekolahnya,” himbau AKBP Titi.

    Kasatlantas AKP Suryo Wibowo menuturkan, memasuki hari kedua operasi Zebra Candi 2017, pemeriksaan kendaraan digelar di sejumlah lokasi. Selain di Jl
    Ahmad Yani, razia serupa juga dilakukan di selatan Alun-alun Kebumen.

    “Total sudah ada 153 surat tilang yang sudah kami keluarkan sejak hari pertama Zebra Candi,” ucapnya.

    AKP Surya menambahkan, razia kendaraan akanterus digelar hingga 14 November mendatang. Lokasinya tak hanya di dalam kota saja. Tapi menyeluruh di seluruh
    wilayah Kabupaten Kebumen.

    “Termasuk Polsek kita libatkan. Jadi kami meminta pengendara saat akan bepergianuntuk selalu mengecekkelengkapan. Tujuannya, jika kita sudah tertib dari diri
    sendiri. Maka, kita akan tertib saat berkendara. Sehingga keadaan tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalulintas,” bebernya.

    Pada kesempatan itu, Kasatlantas menyampaikan jika ketersediaan material SIM, baik SIM A dan SIM C, yang sebelumnya mengalami kekosongan, kini sudah teratasi.
    Bahkan Satlantas Kebumen sudah mulai melayani penukaran SIM sementara kepada para pemohon.

    Kasatlantas menuturkan, ada 7.000 pemohon yang telah mendapatkan surat keterangan SIM sementara akibat kekosongan material. Kekosongan material ini terhitung
    sejak 29 Juli hingga awal Oktober lalu. “Semua yang terlambat sudah dicetak, tinggal diambil” kata Kasatlantas didampingi Kanit Ref Ident Iptu Tejo Suwono.(has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top