• Berita Terkini

    Friday, November 3, 2017

    Jebol Tanggul Sungai di Surotrunan Ditangani Darurat

    AKIF FOR EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Tanggul sungai di RT 2 RW 1 Desa Surotrunan Kecamatan Alian yang longsor tergerus banjir beberapa waktu lalu kini mulai dilakukan perbaikan. Itu dilaksanakan dengan cara menambal menggunakan tumpukan karung yang berisi tanah dan pasir, Jumat (3/11/2017).

    Selain melibatkan masyarakat setempat, perbaikan juga  dilaksanakan dengan meminta bantuan dari personil Polsek dan Koramil Alian. Perbaikan tanggul mendesak untuk dilaksanakan meski dengan cara darurat. Jika tidak kunjung diperbaiki, dikhawatirkan jembatan yang berada persis di sebelah Utara tanggul longsor akan turut rusak. “Kalau tidak segera diperbaiki dapat membahayakan jembatan,” tutur Akif Fatwal Amin (40) warga setempat.

    Dijelaskannya, panjang tanggul yang longsor mencapai 10 meter dengan ketinggian lima meter. Akibat longsor tanggul menjadi terjal dan berpotensi mengundang longsor susulan. Selai itu curah hujan yang masih tinggi dikhawatirkan akan kembali meningkatkan arus sungai. “Jika sampai arus kembali besar maka menggerus tanggul kembali. Jika sudah demikian jembatan akan sangat rawan rusak,” paparnya.

    Biaya perbaikan tanggul awalnya akan dilakukan menggunakan dana desa. Kendati demikian dana desa tidak boleh digunakan untuk perbaikan tanggul. Sebab tanggul harus diperbaiki oleh DPU Kebumen. “Saat ini yang terpenting adalah melakukan penambalan meski secara darurat. Selain mengamankan jembatan ini juga untuk menahan longsor susulan,” jelasnya.

    Kapolsek Alian AKP HM Muksin, menyampaikan pihaknya diminta bantuan tenaga oleh warga untuk turut serta membantu perbaikan tanggul. Pada kesempatan kali ini sebanyak 13 personil Polsek Alian termasuk Kapolseknya terjun langsung untuk turut serta membantu memperbaiki tanggal. “Perbaikan dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB hingga menjelang Sholat Jumat,” katanya.

    Pihaknya juga membenarkan jika awalnya biaya perbaikan akan menggunakan dana desa. Namun karena tidak dapat digunakan maka perbaikan dilakukan seadanya dengan cara gotong-royong. Hari ini perbaikan belum selesai dilaksanakan dan akan kembali diteruskan pada Hari Minggu mendatang. “Tanah yang dimasukkan dalam karung juga mengambil di daerah tersebut,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top