• Berita Terkini

    Monday, November 6, 2017

    H-1 Pernikahan Kahiyang-Bobby

    SOLO-Sehari lagi, putri kedua Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengakhiri masa lajangnya. Kemarin (6/11), tim persiapan bersama pihak TNI dan kepolisian setempat melakukan persiapan terakhir.


    Selama sehari penuh, pihak keamanan membatasi akses kendaraan ke ruas Jl. Letjen Soeprapto, Surakarta. Beberapa pembatas jalan juga dipasang di sekitar jalan di Kelurahan Sumber. ’’Ini adalah geladi resik terakhir. Besok (hari ini, Red), tidak ada agenda. Acara terpusat di rumah kediaman Presiden,’’ papar Kepala Penerangan Resimen (Kapenrem) Warastratama Surakarta, Kapten (Inf) Alfian Yudha P. Penutupan total jalan baru akan dilakukan pada hari H.


    Persiapan tersebut meliputi simulasi pengaturan lalu lintas dari dan menuju Graha Saba Buana, tempat acara pernikahan dilaksanakan. Pihak pengantin pria berangkat dari Hotel Alila Surakarta, sementara pengantin perempuan dan keluarga berangkat dari rumah pribadi Presiden Jokowi.


    ’’Pihak pengantin berangkat diantar arak-arakan Wan TNI (anggota TNI perempuan) dan polwan dengan pakaian adat. Keluarga juga diantar dengan kereta kuda,’’ papar Alfian. Kemarin, sebanyak enam kereta kuda sudah bersiap di area Jl. Kutai di dekat kediaman Jokowi. Acara geladi resik pagi itu juga disaksikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.


    Alfian mengungkapkan, proses pengamanan sudah berlangsung 95 persen. ’’Semuanya kita uji cobakan hari ini. Termasuk mencobakan alur keluar-masuk mobil dan tamu, hingga geladi resik acara puncak,’’ tegasnya. Menurut Alfian, sekitar empat ribu personel bakal berjaga.


    ’’Dari pihak TNI ada tiga ribu, sementara kepolisian seribu lebih,’’ ucapnya. Angka tersebut belum termasuk personel dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta relawan yang bakal jadi pagar betis –yang diperkirakan mencapai tujuh ribu orang lebih. Di dalam gedung, persiapannya pun tidak kalah komplet.

    Geladi resik berlangsung mulai pukul 10.00. Orang tua Bobby Nasution, calon besan Jokowi, juga hadir dalam acara tersebut. Pasangan Erwin Nasution dan Ade Hanifah Siregar tiba bersama keluarga. Baik Erwin maupun Ade memilih diam ketika ditanya seputar persiapan jelang pernikahan. ’’Kami sekeluarga alhamdulillah sehat. Itu saja, ya. Kami buru-buru,’’ ucap Ade.


    Sementara itu, pihak pengantin perempuan sibuk melakukan persiapan di rumah. Sejak pagi, tenda mulai dipasang untuk persiapan acara. ’’Acaranya banyak yang di rumah. Sore ini (kemarin), ada pengajian tetangga. Besok (hari ini), ada siraman dan midodareni,’’ papar Umijatsih, pembawa acara panggih dan resepsi pagi dalam pernikahan Kahiyang-Bobby besok, ketika ditemui di sela geladi resik di Graha Saba Buana. Dia menjelaskan, prosesi siraman juga akan dilakukan oleh pihak pengantin pria.


    Simulasi acara temu manten berlangsung mulai tengah hari. Juru rias pengantin Hj. H. S. Sumaryono dan M. Topo Broto, serta pembawa acara Umi –sapaan Umijatsih hadir dalam acara tersebut. Mereka melakukan pengecekan dekorasi serta simulasi acara panggih hingga sungkeman. Meski telah berusia sepuh –masing-masing berusia lebih dari 60 tahun– ketiganya tampak bersemangat membantu panitia pernikahan menyiapkan acara. Geladi tersebut juga dilaksanakan pukul 20.00 kemarin.


    Topo Broto, salah satu perias menyatakan, dalam acara pernikahan tersebut, pihak keluarga Jokowi menginginkan seluruh rangkaian berlangsung sebagaimana adat keratonan. ’’Garis besarnya, mirip mantenan mas Gibran dulu. Cuma, ada perbedaan di beberapa bagian, karena ini mantu anak perempuan,’’ paparnya. Perias yang merupakan salah satu abdi dalem tersebut menyatakan, setelah siraman, akan ada tradisi dodolan dawet sebelum malam midodareni yang berlangsung malam ini.


    Ditemui jelang geladi resik iring-iringan pengantin pada sore kemarin, Jokowi yakin pernikahan putrinya bakal berlangsung lancar. ’’Geladi bersihnya, saya lihat, sudah sesuai dengan yang kita rencanakan. Insya Allah semuanya nanti dimudahkan oleh Allah, lancar semuanya,’’ paparnya.


    Dirinya menyatakan, banyak pihak akan diundang dalam pernikahan anak keduanya tersebut. Mulai saudara, tetangga, serta sebagian pedagang pasar, PKL, dan tukang becak. ’’Namanya tetangga dan saudara ya harus diajak,’’ papar Jokowi. Dia menjelaskan, secara adat, menikahkan anak perempuan lebih rumit ketimbang menikahkan putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka.


    ’’Lebih repot sedikit. Tapi persiapan, organisasinya sama saja. Di Jawa itu, yang perempuan namanya mantu. Tapi laki-laki, kayak mas Gibran, namanya ngunduh mantu. Bedanya di situ,’’ tegasnya. Jokowi juga menuturkan tidak ada yang spesial jelang pernikahan putri satu-satunya. ’’Pesannya (untuk Kahiyang) Rabu saja,’’ lanjutnya.


    Kegembiraan juga diungkapkan oleh kerabat Keraton Surakarta Raden Ayu Febri Hapsari Dipokusumo. Dirinya menyatakan, acara pernikahan tersebut membawa banyak dampak positif buat masyarakat Surakarta secara umum. Perempuan yang juga pengurus Paguyuban Putra Putri Solo itu menjelaskan, ada hal unik dalam pernikahan Kahiyang-Bobby.

    ’’Mungkin tidak banyak orang yang tahu, tidak mudah buat orang Jawa untuk menikahkan anaknya dengan orang yang bukan suku Jawa,’’ papar Febri. Maklum, Bobby merupakan keturunan Batak. ’’Makanya, sebagai pemerhati budaya dan kerabat keratin, saya memandang pernikahan ini adalah wahyu buat presiden maupun bangsa ini,’’ imbuhnya. (fam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top