• Berita Terkini

    Wednesday, November 29, 2017

    Gus Sudi Nahkoda Baru MWC NU Karanggayam

    Akhmad Sudiyon atau Gus Sudi/fotooMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Akhmad Sudiyono (37) atau yang akrab di sapa Gus Sudi dipercaya memimpin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) NU Kecamatan Karanggayam Masa khidmat 2017-2022. Gus Sudi terpilih pada Konferensi MWC yang dihadiri oleh 15 perwakilan Ranting NU se Kecamatan Karanggayam, belum lama ini.

    Gus Sudi yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Roudlot Tolab Lasem itu kepada Ekspres menegaskan, dalam melakukan dakwah MWC NU Kecamatan Karanggayam harus mampu memberi warna. Kendati demikian  hal tersebut harus dilaksanakan tanpa mengubah warna asli Karanggayam. Pada intinya warga NU harus  melestarikan nilai-nilai lama yang baik, dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih  baik. “Kita harus mengembangkan NU dengan tetap menjaga kearifan lokal,” tuturnya, Rabu (29/11/2017).

    Suami dari Robiyah tersebut mengemukakan, NU harus melestarikan nilai-nilai lama yang baik. Nilai lama yang baik merupakan warisan dari para leluhur yang harus selalu dijaga. Kendati demikian, NU juga tidak anti pati dengan perubahan yakni harus mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik. “Pengambilan nilai-nilai baru tentunya harus yang lebih baik,” paparnya.

    Saat disinggung mengenai munculnya wajah-wajah baru pada Struktural NU, Gus Sudi yang juga Pengasuh Jamaah Santri Ndalan Jemput Pintu Taubat (Sandal Jepit) tersebut menegaskan, regenerasi merupakan bagian dari hukum alam. Pergantian generasi merupakan bagian dari siklus kehidupan, baik itu pada kehidupan organisme maupun kehidupan organisasi.

    Tanpa adanya regenerasi maka tidak akan ada pembaharuan. Jika telah demikian maka akan muncul pihak yang mendominasi. Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan muncullah pihak-pihak yang tidak dapat berkembang akibat adanya keterlambatan pendewasaan. “Untuk menjaga keseimbangan dan keberlangsungan kehidupan maka mahluk hidup perlu untuk regenerasi. Hal itu juga berlaku bagi kehidupan dan keberlangsungan sebuah organisasi,” paparnya.

    Bapak 2 anak ini juga berharap adanya dukungan dan kerja sama yang baik antar sesama pengurus. Sebab sebuah misi dapat terlaksana dengan baik manakala tercipta, kebersamaan, kemauan dan keterbukaan antara sesama anggota. “Semua dapat berjalan dengan baik jika pengurus saling bekerja sama satu sama lain,” ucapnya, yang juga merupakan Ketua dan Pendiri Forum Silaturohim Santri Lasem (FORSSAL
    ) itu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top