• Berita Terkini

    Tuesday, November 21, 2017

    Ditinggal Mati Suami, Nenek 84 Tahun di Wonogiri Nekat Bunuh Diri

    WONOGIRI– Ditinggal sang belahan jiwa memang terasa berat. Hal ini pula yang dialami Mukiyem. Perempuan 84 tahun ini nekat bunuh diri setelah ditinggal suaminya meninggal setahun lalu. 

    Sekretaris Camat Wonogiri Kota Suparno mengatakan bahwa Mukiyem, warga Dusun Jajar RT 004 RW 003, Desa Sendang Kecamatan Wonogiri ditemukan meninggal dunia dengan cara menyayat perutnya sendiri menggunakan pisau dapur Selasa (21/11) sekitar pukul 05.00.

    “Korban diketahui kali pertama oleh anaknya pada pukul 05.00 di samping kamar mandi di depan rumahnya,” kata Suparno.

    Menurut Suparno, tidak ada motif ekonomi yang melatarbelakangi korban nekat menusuk perutnya sendiri. Pasalnya, anak-anaknya tergolong dari keluarga mampu dengan usaha rumah makan di Wonogiri. “Dugaan sementara korban tidak punya harapan hidup setelah ditinggal mati suaminya setahun lalu,” katanya.

    Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora melalui Kasubag Humas AKP Hariyanto mengatakan, setelah menerima laporan adanya orang bunuh diri, jajaranya langsung mendatangi lokasi kejadian. Bersama Puskesmas Wonogiri langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi Mukiyem dan melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan para saksi.

    Kejadian ini berawal pada pukul 03.00, Mukiyem pamit ke kamar mandi. Namun sampai dua jam kemudian tidak kembali ke kamar. Anaknya kemudian mencari di sekitar rumah. Sekitar pukul 05.00, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan pisau mencancap di perut bagian kanan. “Perutnya dalam keadaan sobek dengan usus terburai,” kata Hariyanto.

    Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan Puskesmas II Wonogiri ditemukan luka robek di perut selebar 5 centimeter. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

    “Sebuah pisau dapur diamankan sebagai barang bukti,” katanya.

    Atas kejadian ini pihak keluarga sudah bisa menerima dan tidak perlu dilakukan otopsi. Hal ini diperkuat dengan pihak keluarga membuat surat pernyataan di atas materai. “Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya. (kwl/bun)




    Berita Terbaru :


    Scroll to Top