• Berita Terkini

    Wednesday, November 22, 2017

    Diduga Dendam Antardesa, Pelajar di Pati ini Dibacok

    DOK POLSEK SUKOLILO
    PATI – Kasus penganiyaan di Bumi Mina Tani kian marak. Salah satunya dialami Yoga Wijaya Risky, 15, warga Desa Kedumulyo, Sukolilo. Pelajar ini dibacok sajam oleh segerombol pemuda tak dikenal saat berteduh dari hujan di jalan Kayen-Sukolilo kemarin malam.

    Kejadian itu bermula saat korban dan salah satu temannya berteduh di salah satu toko bahan bangunan di jalan Kayen-Sukolilo turut Desa Kedumulyo Sukolilo sekitar pukul 21.00. Saat berteduh, tiba-tiba korban didatangi segerombolan pemuda yang tak dikenalnya.

    Segerombolan pemuda yang berjumlah 10-an orang itu terpengaruh alkohol. Saat melewati korban, salah satu pelaku mendekati korban dan bertanya dari mana korban berasal. Namun korban tidak menjawab. Lalu tiba-tiba pelaku lainnya memakai cadar turun dari sepeda motor sambil mengeluarkan alat jenis pedang.

    Sajam itu langsung disabetkan ke arah korban, diikuti pelaku lainnya mengeroyok korban. Karena ketakutan, teman korban melarikan diri. Sementara korban berhasil melarikan diri dan bersembunyi di sekitar lokasi. Sedangkan para pelaku setelah puas menghajar langsung pergi.

    ”Korban mengalami luka akibat sabetan sajam di bagian punggung, pinggang, dan tangan. Beberapa warga yang mengetahuinya membawa korban ke RSUD Kayen dan melaporkan ke Polsek Sukolilo,” kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Sukolilo IPTU Supriyono kemarin.

    Pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari olah TKP, ada warga yang mengetahui ciri-ciri sepeda motor salah satu pelaku. Sehingga dilakukan penyelidikan di Desa Baturejo, Sukolilo yang selama ini bermusuhan dengan pemuda Desa Kedumulyo. Hasil penyelidikan itu mengarah ke salah satu pelaku yang bersekolah di salah satu SMP Kayen. 

    “Kami melakukan penyelidikan di masing-masing sekolah dan sudah menginterogasi sekitar 11 pemuda yang sebagian besar masih di bawah umur dengan didampingi guru BK. Sedangkan masih ada enam remaja lainnya yang diduga pelaku belum diinterogasi karena tidak masuk sekolah,” ungkapnya.

    Supriyono menambahkan, masih melakukan interogasi kepada para pemuda yang diduga melakukan penganiayaan itu. Hasil sementara, kejadian itu diduga karena dendam antarpemuda Desa Baturejo dan Desa Kedumulyo. ”Ini masih kami selidiki,” tegasnya. (put/lil)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top