• Berita Terkini

    Thursday, November 2, 2017

    Delapan Kios di Pasar Jepara 2 Terbakar

    JEPARA – Kabel semrawut nyaris membakar seluruh isi Pasar Jepara 2 dini hari kemarin (2/11). Api berkobar di salah satu kios. Kobaran api itu diketahui pedagang sayur yang saat itu sudah berjualan.

    Lantas dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Petugas cepat datang, sehingga kobaran api tidak sampai meluas. Akibat korseleting itu delapan kios dan 11 lapak terbakar. Kerugiannya ditaksir sekitar Rp 200 juta.

    Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Damkar Jepara Surana mengakui, di lokasi kebakaran banyak kabel yang yang instalasinya tidak sesuai. Hal ini berpotensi terjadinya arus pendek listrik yang menyebabkan percikan api. “Namun, sampai saat ini masih menunggu hasil penyelidikan Laboratorium Forensik Polri Cabang Semarang," tegasnya.

    Api, imbuhnya, seharusnya bisa dipadamkan lebih dulu. Sebab, di Pasar Jepara 2 sebenarnya telah disedikan sepuluh alat pemadam kebakaran. Sayangnya, alat tersebut tidak ditempatkan di titik rawan kebakaran. “Alat pemadam kebakaraan diletakkan di dalam kantor pasar,” imbuhnya.

    Jika lokasi kebakaran jauh dari Pos Pemadam Kebakaran, pasar bisa ludes terbakar. Karena jarak yang dekat, tim bergerak cepat. Empat unit pemadam di Pos Pemadam Kebakaran Jepara dikerahkan. Dua unit tambahan dari Pos Pemadam Kebakaran KAlinyamatan.

    Pihaknya mendapat laporan kebakaran sekitar pukul 01.15. Setelah menerima laporan dari pedagang pasar, pemadam kebakaran turun ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00. “Kami mengerahkan enam unit pemadam kebakaran yang beranggotakan 20 personil,” katanya.

    Saat pemadaman petugas sempat terkendala akses masuk. Lokasi kebakaran sempitnya. Lokasi kebakaran di bagian tengah pasar sisi utara. Enam unit mobil pemadam kebakaran masuk melalui dua pintu di bagian barat pasar. Empat unit masuk melalui pintu utara dan dua unit masuk melalui pintu selatan.

    Untuk masuk ke dalam tim pemadam kebakaran menjebol pintu gerbang dengan kapak terlebih dahulu. “Jika bagian timur pasar terdapat akses, tim akan lebih cepat memadamkan api. Bagian timur pasar tertutup bangunan kantor. Ada pintu masuk tapi tidak muat dimasuki mobil pemadam kebakaran,” terangnya.

    Empat unit pemadam dari utara dibagi dua. Dua unit memadamkan api dari tengah bagian utara dan dua unit memadamkan api dari tengah bagian timur. Sedangkan dua unit yang masuk melalui pintu barat bagian selatan memadamkan api di bagian selatan.

    Pemadam api dilakukan dengan menghentikan sumber api yang berasal dari kios tengah bagian utara. “Kios tersebut digunakan berjualan sembako,” katanya.

    Pihaknya memadamkan arah api yang menjalar dari titik pertama. Angin menghembus ke selatan. Sehingga tim juga memadamkan api tepat di sebelah selatan titik pertama. “Kalau hanya konsentrasi pada titik pertama, api akan padam. Tapi api juga mengikuti arah angin. Sehingga kami juga kerahkan di titik menjalarnya api,” terang Surana.
    Petugas Pasar Jepara 2 Budiono menambahkan, alat pemadam kebakaran di dalam kantor karena khawatir hilang. “Dengan kejadian ini kami berupaya meningkatkan keamanan pasar. Harapannya tidak terjadi lagi kejadian serupa,” ungkapnya.

    Untuk ukuran kios yang terbakar ini berukuran 3 x 2,5 meter. Sedangkan ukuran lapak 2 x 1,5 meter. Pedagang membelinya sekitar Rp 15-20 juta. (war/ris)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top