• Berita Terkini

    Thursday, November 2, 2017

    Cegah Korupsi, Kejaksaan Sosialisasi Penggunaan DD

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski sangat membantu masyarakat, namun Dana Desa (DD) juga berpotensi menjadi ladang korupsi jika sampai disalahgunakan. Untuk menghindari hal itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen menggelar sosialisasi penggunaan DD, dan penyuluhan Hukum di Aula Kecamatan Padureso, Kamis (2/11/2017).

    Adanya potensi penyelewengan DD bukan hanya isapan jempol belaka. Di Kabupaten Kebumen sendiri telah terdapat Kepala Desa  yang ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus penyelewengan DD.

    Bukan hanya itu saja, baru-baru ini, Polres Kebumen bahkan telah menetapkan kepala desa di salah satu wilayah Kecamatan Kebumen menjadi tersangka kasus korupsi DD. Sosialisasi yang digelar Kejari kali ini, diikuti 80 orang dari unsur kepala desa, perangkat desa dan lembaga desa se Kecamatan Padureso.

    Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan dengan tujuan agar Dana Desa digunakan sebagaimana  mestinya. DD yang merupakan uang negara tidak disalahgunakan oleh aparatur desa. Adapun narasumber sosialisasi itu yaitu Jaksa Arif Wibisono SH dan Kabid Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Dispermades PPPA Herlina Januarita.

    Kini dengan melihat dari data lembaga transparan internasional, maka korupsi telah menjadi persoalan di seluruh negara di dunia. Bahkan berdasar pada hasil riset di tahun 2013, Negara Indonesia telah menempati urutan ke-114 tingkat pidana korupsi. Urutan tersebut diambil dari 175 negara di dunia. Kendati mendapatkan nomor urut ke 114 di dunia, namun pada negara-negara ASEAN, Indonesia masih lebih baik dari Negara Vietnam, Kamboja, dan Timor Leste.

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kebumen Erry Pudyanto Marwantono SH melalui Kasi Intelijen Adenallah Harto SE SH menyampaikan, kunci dari penyelesaikan segala persoala adalah ilmu.

    Untuk itu dalam sambutannya kali ini Adenallah Harto menegaskan agar para peserta serius sehingga dapat menguasai ilmu yang disampaikan. Dengan selalu mengedepankan kebaikan maka para aparatur desa dapat terhindar dari tindak pidana korupsi. Pihaknya berharap, aparat desa dapat memahami pengelolaan dana desa agar tidak melakukan penyimpangan.

    “Kami berharap para pemimpin desa dapat paham penggunaan dan manfaat dari dana desa supaya tidak terjadi penyelewengan," ungkapnya.

    Adanya sosialisasi tersebut juga disambut dengan baik oleh Camat Padureso Drs Agus Septadi. Pihaknya mengungkapkan meskipun Padureso merupakan kecamatan yang masih kurang berkembang,  namun tidak ada desa yang melakukan tindak pidana korupsi. Kendati demikian Agus Septadi berharap sosialisasi kali ini efektif untuk mencegah terjadinya penyelewengan DD di wilayahnya.  “Ini sangat penting untuk dipahami bersama. Kami berharap ke depan Padureso akan semakin baik,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top