• Berita Terkini

    Thursday, November 23, 2017

    2.778 Guru Pecahkan Rekor Muri Pembuatan Alat Peraga

    MALEKHA 
    PEKALONGAN- Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) dalam bidang pembuatan alat peraga inovasi guru terbanyak di Stadion Jendral Hoegeng, Kamis (23/11).

    Peserta yang tercatat berjumlah 2.778 guru mulai dari guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Suroso saat memberikan sambutan pada pembukaan rekor MURI. "Hari ini memang sungguh luar biasa, para pendidik-pendidik hebat di Kota Pekalongan berkumpul dan berkarya. Target kami hanya 2.500 peserta, ternyata mencapai titik 2.771 peserta yang mengikuti," ungkap Roso-sapaan akrabnya.

    Hal ini menjadi bukti, bahwa para pendidik di Kota Pekalongan mempunyai potensi dan nilai profesionalitas yang patut dibanggakan untuk menjadi seorang pendidik. Karena tentu saja karya-karya merupakan aset bangsa bagi perkembangan pendidikan.

    "Karena para guru pada hakekatnya harus menyadari, bahwa tantangan mereka semakin berat. Maka seorang guru harus cerdas, karena mereka yang akan mengajarkan kecerdasan bagi para siswanya. Dia harus ikhlas dan bekerja keras karena merekalah yang akan mengajarkan keikhlasan, dan nilai-nilai kerja keras pada penerus bangsa," imbuhnya.
    Selain itu, kegiatan pemecahan rekor MURI pembuatan karya inovasi pembelajara tak hanya menjadi acara ceremonial semata. Namun juga, Soeroso mengaku akan membukukan karya dari 2.771 peserta untuk menjadi aset pendidikan di Kota Pekalongan.

    Sementara itu usai memberikan sambutan pembukaan, Walikota Pekalongan H Saelany  Mahfudz mengaku, Pemkot Pekalongan sangat mengapresiasi kerja keras para guru dalam membuat karya inovasi pembelajaran. "Yang jelas acara ini luar biasa, 2.771 guru membuat karya inovatif agar bisa memberikan pembelajaran yang efektif, efisien serta menarik bagi para siswa-siswinya, sehingga mereka bisa mudah memahami materi," tutur Saelany sapaan akrabnya.

    Namun yang jelas, pihaknya berharap karya inovasi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan rekor MURI saja. Tapi berkelanjutan dan senantiasa mengupgrade diri menghasikan karya-karya terbaik sepanjang zaman.(mal)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top