• Berita Terkini

    Thursday, October 19, 2017

    Sitiadi Jadi "Kampung Sapinya" Kebumen

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Setelah Kampung Inggris dan Kampung Arab, kini Kebumen memiliki Kampung Sapi. Kampung Sapi PO Kebumen diluncurkan oleh Bupati Kebumen, Mohamad Yahya Fuad di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kamis (19/10/2017).

    Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Mohammad Yahya Fuad. Peluncuran Eduwisata Peternakan Terintegrasi Kampung Sapi PO Kebumen itu dihadiri oleh Wakil Bupati Yazid Mahfudz, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen Pudji Rahaju, serta sejumlah pejabat lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Yahya Fuad, menyampaikan di Kampung Sapi PO ini sudah terintegrasi antara area pertanian dengan kawasan kandang indukan sapi-sapi unggul.

    Eduwisata ini memang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, bagi masyarakat pengunjung bisa melihat bagaimana proses pengolahan pupuk organik maupun biogas ditempat ini.

    Pupuk organik yang dihasilkan disini bebas dari penggunaan pestisida atau zat-zat kimia apapun. "Keberadaan eduwisata ini nantinya bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat desa," kata Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.

    Di eduwisata ini pengunjung dapat belajar cara mengembangbiakan dan merawat sapi PO Kebumen dengan sebaik-baiknya. Selain itu, ditempat pula banyak ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dipelajari mulai dari pengolahan limbah sapi menjadi pupuk organik untuk pertanian, hingga pembibitan tanaman.

    Menurut Bupati eduwisata peternakan terintegrasi ini berkonsep nol limbah. Semua limbah sapi tak ada yang terbuang dan diolah menjadi pupuk pertanian dengan harga jual yang cukup tinggi. Untuk kedepannya eduwisata ini perlu dikembangkan atau diperluas untuk area kebun hijauan makanan ternak dan kebun hortikultura.

    Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen, Pudji Rahaju, menjelaskan cikal bakal eduwisata peternakan terintegrasi itu bermula dari pemikiran anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) Rukun Maju Makmur Desa Sitiadi, agar fungsi kandang ternak menjadi lebih beragam.

    Anggota  KTT kemudian mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rukun Maju Makmur. Unit usaha tambahan itulah yang mengelola eduwisata tersebut.
    Usaha itu makin berkembang setelah Pemkab Kebumen pada tahun anggaran 2017 menambah sarana wisata peternakan, di antaranya berupa kandang ternak pembibitan sapi PO Kebumen.

    Pada kesempatan itu juga diselenggarakan kontes sapi PO, dengan tujuh kategori yang dilombakan sapi calon pejantan, sapi penggemukan, sapi indukan dan lainnya.

    Bupati menambahkan kontes sapi PO ini diharapkan banyak kalangan generasi muda mau mengembangkan sapi PO Kebumen yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

    Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman Distapang dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Veteriner Wayes, BBPTUHPT Baturaden, BPTP Jawa Tengah dan Loka Penelitian Grati-Pasuruan. Wahana wisata edukasi Peternakan terintegrasi ini menempati lahan seluas 1,5 hektar. Alam sekitarnya terlihat indah, nyaman nan asri.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top