• Berita Terkini

    Friday, October 13, 2017

    Sembilan Siswa SMA Negeri 1 Karanganyar Kesurupan

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Usai melaksanakan doa bersama sembilan siswa SMA Negeri 1 Karanganyar mengalami kesurupan. Awalnya hanya tiga orang saja yang mengalami kesurupan, namun siswa lainnya yang menolong tiba-tiba turut serta mengalami kesurupan, Jumat (13/10/2017).

    Dari informasi yang berhasil dihimpun Ekspres menyebutkan, kejadian tersebut berawal saat, siswa melaksanakan doa bersama. Usai melaksanakan doa bersama dua siswi dan satu siswa tiba-tiba mengalami kesurupan. Kondisi tersebut membuat para siswa panik. Para siswa saling menjerit karena ketakutan.

    Kondisi suasana semakin parah, saat beberapa siswa lainnya tiba-tiba mengalami kesurupan. Melihat suasana yang tidak kondusif, pihak sekolah pun mengambil kebijakan agar para siswa belajar di rumah.  Untuk menyembuhkan para siswa yang kesurupan, pihak sekolah mengundang kasepuhan yakni KH Ahmad Fajri dari Tambak Banyumas.  “Kami tidak meliburkan, karena hari ini memang bukan hari libur, namun melihat suasana yang tidak kondusif maka siswa belajar di rumah dulu,” tutur Kepala SMA Negeri 1 Karanganyar Drs Eko Sutanto MPd.

    Doa bersama, lanjut Eko Sutanto, jutru dilaksanakan agar tidak ada lagi siswa yang kesurupan. Pasalnya, sepekan lalu, tepatnya, Jumat (6/10) telah terdapat siswa yang kesurupan di sekolah tersebut. Cerita tersebut berawal saat para siswa melaksanakan kegiatan olah raga bola voli di sekolah. Karena tanggung atau saking asyiknya, sebagian siswa tetap bermain volly meski Azan Magrib telah berkumandang. “Saat sebagian siswa selesai menjalankan Sholat Magrib berjamaah, tiba-tiba siswa yang sedang main volly pada kesurupan. Untuk itu kini kegiatan di sekolah  dibatasi hingga pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

    Seperti umumnya kesurupan,  para siswa pun berkata-kata tidak jelas. Saat kesurupan para siswa menyampaikan bahwa mereka (jin) menggagu, karena merasa terganggu dengan ulah para siswa. Sedangkan pada kesurupan kali ini para siswa menujukkan salah satu pohon di dekat perpustakaan. “Mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir, kami percaya bahwa mahluk gaib memang ada. Jika tidak saling mengganggu maka dapat hidup berdampingan dengan selaras,” paparnya.

    Sementara itu, KH Ahmad Fajri (57) menyampaikan, nantinya para guru akan melaksanakan doa bersama, hal itu untuk mengantisipasi kehidupan tersebut. Doa bersama harus dilaksanakan dengan khusuk dan baik. “Mudah-mudahan ke kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top