• Berita Terkini

    Monday, October 9, 2017

    Satlantas Kebumen Gelar Lomba Film Iklan Masyakat

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Merupakan serangkaian dari peringatan HUT Satlantas ke 62 tahun 2017, Satlantas Polres Kebumen  menggelar lomba film iklan layanan masyarakat. Lomba tersebut dilaksanakan untuk para pelajar SMA/SMK/sederajat. Adapun durasi film dibatasi yakni maksimal tiga menit.

    Lomba film kreatif iklan layanan masyarakat mengusung tema "Keselamatan Berlalulintas". Film dibuat dengan mencantumkan logo Sat Lantas Polres Kebumen. "Adapun beberapa tema yang terdapat dalam film yakni keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” tutur Unit laka lantas Satlantas Polres Kebumen Iptu Sugeng Riyadi SH, saat jumpa pers di Press center Kebumen, Senin (9/10/2017).

    Dijelaskannya, film yang dilombakan merupakan karya orisinil (karya sendiri) dan belum pernah dilombakan dalam ajang serupa. Dalam film peserta dilarang menggunakan kata-kata kasar, mengandung sara, berbau pornografi dan mendeskreditkan institusi POLRI. Dalam hal ini Satuan Lalu Lintas dalam isi iklan layanan masyarakat lalu lintas 2017. “Gunakanlah Bahasa Indonesia, jika menggunakan bahasa asing atau daerah wajib mencantumkan subtitle Bahasa Indonesia” jelasnya, didampingi anggotanya Ipda Supriyo SH.

    Dalam pelaksanaan lomba Satlantas Kebumen juga menggandeng awak media.  Bukan hanya dengan awak media, dalam ajang tersebut, Satlantas juga menggandeng praktisi perfilman. “Juri dari penilaian yakni polisi, praktisi film dan wartawan,” paparnya.

    Saat jumpa pers tersebut, salah satu wartawan Trans TV Feri Sugiarto juga hadir sebagai nara sumber  untuk memberi arahan kepada siswa dari 30 sekolahan SMA/SMK/ sederajat. Pihaknya menjelaskan, hadiah juara lomba film iklan layanan masyarakat kali ini yakni Rp 3 juta. “Adapun kriteria penilaian meliputi, kesesuaian tema dengan isi film, kaidah perfilman, dan lain sebagainya,” paparnya.

    Feri menegaskan, hak cipta film nantinya menjadi milik penyelenggara hal itu dilaksanakan guna kebutuhan sosialisasi berlalu lintas. Selain itu panitia juga tidak bertanggung jawab apabila di kemudian hari diketahui terdapat gugatan. Hal itu berkaitan dengan film Iklan Layanan Masyarakat Lalu lintas yang merupakan hasil jiplakan atau meniru karya orang lain. “Setiap peserta wajib menaati peraturan yang telah ditetapkan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top