• Berita Terkini

    Monday, October 30, 2017

    Rumah Hancur Total, Sakiman Sekeluarga Selamat

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Meski rumahnya luluh lantak akibat tanah longsor, namun Sakiman (55) warga RT 4 RW 5 Dukuh Bentar Kelurahan Plarangan Kecamatan Karanganyar tetap merasa bersyukur. Pasalnya tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut, padahal saat itu terdapat tujuh anggota keluarga yang berada di rumah.

    Sebelum bencana terjadi, bahkan Sakiman telah mendapatkan pertanda, baik secara nyata maupun gaib. Salah satunya yakni disengat tawon dan mukanya disiram mukanya dengan air ghaib.  Pemahaman tentang air ghaib, sebab air hanya membasahi mukanya saja. Percaya atau tidak bagian kasur yang digunakan untuk alas tidur tidak turut basah, selain itu bagian genteng atap rumah juga tidak bocor.

    Penuturan yang kelihatan ganjil tersebut disampaikan sendiri oleh Sakiman saat Kebumen Ekspres menyambangi secara langsung di kediamannya, Senin (30/10/2017). Dalam kesempatan itu Sakiman menyampaikan jika bencana terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Kendati demikian sejak pukul 01.00 WIB pihaknya telah mendapatkan pertanda. “Saat itu hujan cukup deras dan semua anggota keluarga telah tertidur pulas,” paparnya.


    Dalam rumah, lanjut Sakiman, terdapat tujuh anggota keluarga termasuk dirinya yakni istrinya Supriyati (53), anaknya Sulistiyono (30), Tati Indriyani (27), Puguh Alim Laksono, Reksa Fikri dan satu anak lainnya. Saat bencana terjadi semua telah bangun dan pergi meninggalkan rumah. “Bahkan para tetangga tidak tahu jika rumah kami terkena longsor. Para tetangga baru tahu setelah pagi,” terangnya.

    Dijelaskannya, saat sedang terlarut dalam tidur, sekitar pukul 01.00 WIB tiba-tiba ibu jari Sakiman tersengat tawon. Setelah itu pihaknya pun berteriak kesakitan. Hal itulah yang membuat seluruh keluarga terbangun dari tidur pulas.

    Sesaat setelah itu, sekitar pukul 02.00 WIB Sakiman kembali mendapat pertanda yakni muka tiba-tiba tersiram air saat dirinya rebahan. Adanya hal tersebut sontak membuat pihaknya sangat terkejut. Sebab meski diluar rumah hujan, namun tidak ada genting yang bocor. Kekagetan Sakiman betambah saat mengetahui jika siraman air tidak mengenai kasur yang digunakan untuk rebahan. “Muka saya basah, namun kasurnya tetap kering,” jelasnya.

    Pihaknya menambahkan, setelah itu Sakiman sadar bahwa itu merupakan pertanda akan adanya musibah. Pihaknya langsung meminta semua anggota keluarga untuk keluar dari rumah. Setelah jam setelah itu yakni sekitar pukul 02.30 WIB, tanah longsor menghantam bagian dapur rumahnya. Adapun longsor besar terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat terjadi longsor, Sakiman melihat dengan mata kepala bagaimana ribuan kubik tanah menghantam rumahnya. “Saat ini untuk sementara kami tinggal di rumah tetangga yakni milik Almarhum Noto Wijiyo,” ucapnya.

    Meski tidak terdapat korban jiwa namun akibat musibah tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 160 juta. Apa yang terjadi pada Sakiman memantik perhatian banyak pihak untuk membantu. Salah satunya dari Polsek Karanganyar yang ikut kerigan membantu material longsor yang menimpa rumah Sakiman. Selain akan membantu sembako dan sejumlah uang, Kapolsek Karanganyar AKP Mawakhir SH juga terjun langsung ke lapangan untuk turut serta membersihkan tanah sisa longsor. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top