• Berita Terkini

    Kamis, 26 Oktober 2017

    Pesilat MAN Kutowinangun Juara 1 Nasional

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Setelah mengantongi juara 3 dalam pertandingan Jakarta Championship di  Bogor tahun lalu, pesilat MAN Kutowinangun kembali menorehkan prestasi. Tidak tanggung-tanggung prestasi yang diraih kini yakni juara 1 Nasional dalam laga Jogjakarta Championship.

    Pada pertandingan yang berlangsung di Jogjakarta baru-baru ini, di ikuti oleh seluruh pesilat di Nusantara. Dari serangkaian para pesilat tangguh tersebut setidaknya terdapat empat pesilat dari MAN Kutowinangun yang turut bertarung dalam ajang itu. Adapun keempat pesilat itu yakni Muhammad Iqbal Mahrus XI.IIs 1, Sudrajat Jati Rismawoto XII.IIs 1, Alfi Ardiyansah XI.MIA1 dan Yozia XI MIA 2. Keempat pesilat itu dapat pulang dengan membawa medali.

    Dalam pertandingan itu, Muhammad Iqbah Mahrus dan Alfi Ardiyansah berhasil membawa medali emas. Meski tidak segemilang Iqbal dan Alfi namun Sudrajat  dan Yozia berhasil mengantongi medali perunggu.

    Saat ditemui Kebumen Ekspres, Iqbal menyampaikan, pencapaiannya itu tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan yang ekstra saat menghadapi lawannya yang cukup berat dan professional.

    “Saya bisa seperti ini salah satunya berkat latihan yang intens di Padepokan Tri Guna Sakti (TGS). Dengan gigih dan berlatih secara disiplin, Alhamdulillah kami mampu mengalahkan lawan dari seluruh Nusantara,” tuturnya dengan bangga.

    Waka Bidang Kesiswaan MAN Kutowinangun Siti Badriyah SPd mengaku merasa sangat bersyukur atas prestasi yang dicapai. “Kami sangat bersyukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petarung dari MAN Kutowinangun yang telah berlaga secara maksimal. Semoga ke depan akan lebih maksimal lagi,” paparnya.

    Kepala MAN Kutowinangun Drs Muntohar menyampaikan siswa/santri harus kuat secara fisik mental. Para santri dahulu dengan gagah berani mampu mengalahkan penjajah.

    Untuk itu sebagai bentuk meneladani para perjuangan, maka generasi saat ini juga harus kuat baik secara fisik maupun mental. “Seorang santri harus benar-benar kuat secara fisik dan mentalnya. Seni bela diri atau pencak silat merupakan bagian dari pendidikan fisik dan mental agar mampu bersaing di era globalisasi seperti saat ini,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top