• Berita Terkini

    Thursday, October 26, 2017

    Lolos dari Maut Kebakaran Tangerang, 2 Korban Terjun Bebas 3,5 Meter

    ADRIANTO.INDOPOS
    TANGERANG – Kobaran api yang mengepung gudang mercon milik PT Panca Buana Cahaya di Jalan Raya SMPN 1 Kosambi, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, telah membuat dua pekerja di bagian mesin, Tanzilalil Umam (16) dan Deni (23), melakukan penyelamatan diri di luar logika manusia.



    Tanzilalil Umam dan Deni mengalami luka bakar di bagian belakang tubuhnya. Api melahap bagian pinggang belakang hingga pundak mereka. Rambut mereka terkena bakar. Kedua tangan pun mengalami luka bakar.



    Meski mengalami luka bakar sekitar 28 persen, kedua warga Tegal ini berhasil keluar dari kepungan si jago merah dengan terjun bebas dari ketinggian 3,5 meter. “Kami sudah dikepung api, tidak bisa keluar,” kata Umam, sapaan akrab Tanzilalil Umam ketika ditemui Radar Banten di Ruang 108 Rumah Sakit Ibu dan Anak Bun, Jalan Raya Kosambi Timur Nomor 2, Kelurahan Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (26/10) malam. .



    Ketika api melahap gudang mercon itu, Umam dan Deni masih berada di ruang mesin berukuran 4 x 4 meter persegi. Mereka tengah melakukan maintanence mesin produksi. “Sebelah kiri api, sebelah kanan api, depan ada api, dan belakang tembok. Kami naik ke atap dengan memanjat besi penyangga yang ada di dalam ruangan. Sampai di atas, saya menendang seng berulangkali hingga terbuka, sudah kayak salto,” ujarnya.



    Tanpa berpikir panjang, Umam dan Deni terpaksa terjun bebas dari atap dengan ketinggian 3,5



    meter ke lahan kosong di sebelah gudang mercon tersebut. “Jatuhnya kaki dulu, setelah itu kepala saya membentur tanah hingga sadar-sadar sudah di sini (Rumah sakit-red). Saya dan Deni tidak tahu lagi harus berbuat apa, dan memilih jalan satu-satunya naik ke atap dan lompat,” kata Umam lagi.



                Umam mengaku tidak pernah menyangka bakal selamat dari kepungan api yang melahap ludes seluruh gudang. Ia dan rekannya baru kali pertama melihat kobaran api yang begitu hebat. Bahkan mereka merasa tidak akan bisa selamat dari peristiwa tragis tersebut. “Apinya mengerikan. Gudang memang sering kebakaran, tapi tidak pernah sehebat ini apinya,” ungkapnya.



                Deni yang berada satu ruang perawatan bersama Umam masih terlihat trauma atas kebakaran hebat yang meratakan tempatnya bekerja. Ia tidak dapat berkata banyak. Wajahnya penuh balutan perban. “Saya enggak menyangka bisa selamat, karena api sudah nempel di badan,” singkatnya dengan mata terpejam.



    Sementara Nuri Hikmah (28), kakak kandung Umam tidak kuasa menahan tangis sesenggukan. Ia bersama suaminya langsung menuju rumah sakit ketika mengetahui adik kesayangannya menjadi korban kebakaran. “Saya tinggal di Bekasi. Begitu tahu kebakaran, saya langsung ke sini untuk melihat adik (Umam-red),” tuturnya.



    Selain Umam dan Deni, delapan korban lainnya mendapat perawatan intensif di Ruang 108 RSIA Bun. Seluruh korban mengalami luka bakar dengan kadar 28 persen hingga 50 persen. Sementara ruangan 107 merawat puluhan korban perempuan.



    Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Purwadi yang tiba di RSIA Bun sekira pukul 20.10 WIB, langsung membesuk para korban yang berada di Ruang 107 dan 108. Ia didampingi Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Pol.Harry Kurniawan. Purwadi terlihat berbincang dengan korban kebakaran. “Ibu saat itu sedang di ruangan mana,” tanyanya kepada salah satu pasien di Ruang 108, semalam.

    Purwadi menerima laporan dari salah satu personel Bidang Dokkes Polda Metro Jaya yang menyebut jumlah korban tewas sebanyak 48 orang. “Korban tewas diketahui 48 orang. Sementara luka bakar belum diketahui jumlah pastinya, sedang didata,” ucap salah satu anggota Bidang Dokkes itu. (mg-05)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top