• Berita Terkini

    Tuesday, October 10, 2017

    Klarifikasi, Warga Puliharjo Tegaskan Pelaku Dugaan Pencurian Bukan Warga Setempat

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Warga dan Pemerintah Desa Puliharjo Kecamatan Puring, mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan tindak pencurian dengan pelaku Purwadi alias Cipung (19), yang terjadi di wilayah setempat pada Sabtu (7/10/2017), akhir pekan lalu.

    Dalam kasus ini, warga Puliharjo menegaskan, Purwadi alias Cipung bukan warga setempat seperti disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya yang sempat dilansir kebumenekspres.com. Dalam pemberitaan itu, disebutkan Purwadi alias Cipung adalah warga Puliharjo. "Purwadi bukan warga Puliharjo," kata Imam Fauzi warga setempat saat bertemu Kebumen Ekspres, Senin pagi (9/10/2017).

    Bahwa Purwadi alias Cipung bukan warga Puliharjo, juga kembali ditegaskan dalam pertemuan yang digelar Kebumen Ekspres dengan Kepala Desa Puliharjo, Kusmin dan jajarannya, Senin (9/10/2017) siang. Pertemuan di balai desa ini merupakan inisiatif Kapolsek Puring, AKP Joko Maryono dalam rangka menjernihkan permasalahan. Kapolsek berikut Kanit Reskrim IPDA Kuswan dan anggota juga hadir dalam kesempatan ini. Dalam pertemuan ini, wartawan Kebumen Ekspres, Cahyo Kuncoro juga meminta maaf kepada warga dan perangkat Desa Puliharjo atas pemberitaan sebelumnya.

    "Intinya, setelah kejadian, situasi warga sudah tenang. Dan kami sudah memaafkan kesalahan media. Hanya kami meminta berita diluruskan," kata Kepala Desa Puliharjo Kecamatan Puring, Kusmin mewakili warga.


    Pada berita sebelumnya yang sempat dilansir kebumenekspres.com, warga Puliharjo Kecamatan Puring mengamankan Purwadi atas dugaan tindak pencurian pada Sabtu dini hari WIB. Saat itu, Purwadi yang bertamu pada sekitar pukul 01.00 WIB, berniat menemui teman wanitanya, Fitri. Namun, seperti dilansir koran ini, Purwadi disambut acungan sabit oleh Suratmo yang awalnya disebut ayah kandung Fitri.

    Suratmo yang juga Perangkat Desa setempat dan hadir dalam pertemuan di balai desa, mengatakan, dia bukan ayah kandung Fitri. Tidak benar juga soal dirinya mengacungkan sabit saat Purwadi datang ke rumahnya pada malam kejadian. Yang benar, Purwadi datang ke rumah Fitri di lain RT lewat tengah malam sehingga diusir tuan rumah.

    "Saya tidak punya anak perempuan bernama Fitri. Saya juga tidak pernah mengacungkan sabit kepada Purwadi," katanya seraya meminta berita terkait dirinya itu diluruskan.

    Senada dengan Suratmo, Imam Fauzi kepada Kebumen Ekspres sebelumnya menyampaikan, Purwadi datang ke rumah warga setempat hendak menemui Fitri, warga RT 9 RW 4. Namun caranya tidak simpatik yakni dengan menggedor-gedor rumah warga. Merasa terganggu, ayah kandung Fitri mengusir Purwadi dengan mengacungkan sabit.

    "Saya tidak melihat sendiri seluruh rangkaian kejadiannya. Hanya dari informasi yang saya dengar, yang bersangkutan (Purwadi) lari dari rumah Fitri. Lalu, dia sempat berusaha merusak kaca mobil warga lainnya. Pemilik mobil yang mengetahui perbuatan Purwadi lalu berteriak. Purwadi lalu lari ke rumah Pak Suratmo yang berada di lain RT. Di sana, dia membuat keributan. Kata warga, Purwadi juga kedapatan membawa endel (itik) juga bawa pisau," kata Imam Fauzi.

    Ipda Kuswan menyampaikan, Purwadi alias Cipung memang bukan warga Puliharjo melainkan warga Desa Kedalemankulon Kecamatan Puring. Pihaknya sudah melakukan langkah-langkah cepat menangani kasus ini. Selain mempertemukan pihak-pihak terkait, kata Ipda Kuswan, pihaknya sudah meminta keterangan kepada Purwadi dan melakukan penyelidikan.

    "Dari hasil penyelidikan kami, Purwadi ini tak pernah berbuat onar sebelumnya. Namun karena bertamu lewat tengah malam dan membuat keributan, wajar bila warga mencurigainya. Purwadi pun sudah mendapat perawatan atas luka yang dialami. Dan saat ini permasalahan sudah diselesaikan," kata Kuswan.

    Ipda Kuswan menyampaikan, apa yang dilakukan Purwadi dengan bertamu pada lewat tengah malam apalagi membuat keributan, lantaran yang bersangkutan usai mengonsumsi obat batuk kemasan secara berlebihan. "Dia (Purwadi) mengaku habis minum obat Komik secara berlebihan," katanya.

    Akibatnya, Purwadi bertindak melewati batas dengan bertamu pada lewat tengah malam sehingga warga sempat memukuli Purwadi karena mencurigainya hendak melakukan pencurian. Tak hanya itu, dalam upaya menghindari kejaran warga sebelum tertangkap, Purwadi sempat menginjak seekor endel (entok) hingga mati.

    Kapolsek Puring AKP Joko Maryono menegaskan, sudah tak ada lagi yang perlu disoalkan dengan kejadian tersebut. Pihaknya sudah melakukan upaya mediasi yang kemudian diikuti dengan surat kesepakatan antara pihak-pihak terkait. "Situasi keamanan terkendali dan pihak-pihak yang terkait sudah sepakat menyelesaikan persoalan ini dengan kekeluargaan," tegas Kapolsek. (cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top