• Berita Terkini

    Thursday, October 12, 2017

    Kebumen Tuan Rumah Perkemahan Wirakarya Daerah Jateng

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kabupaten Kebumen bakal menjadi tuan rumah kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) IX Jawa Tengah. Even lima tahunan itu dipusatkan di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, mulai 17-23 Oktober mendatang.

    "Pesertanya sebanyak 910 pramuka, dengan pendamping dan panitia sampai seribu lebih," kata Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kebumen, Ahmad Ujang Sugiyono, pada acara konferensi pers di Gedung Press Center Kebumen, Rabu (12/10/2017).

    Ujang menjelaskan selama mengikuti kegiatan, para anggota Pramuka tidak mendirikan tenda seperti pada kemah pramuka umumnya. Tetapi mereka akan menginap di rumah-rumah warga. Para peserta itu akan menjalani kehidupan bersama dengan keluarga yang mereka tempati.

    Jika keluarga yang mereka tempati berprofesi sebagai perajin gula kelapa, selama kemah berlangsung mereka juga harus menjalani profesi tuan rumah. "Harapannya setelah kegiatan selesai, mereka punya pengetahuan dan keterampilan baru,” ujang Ahmad Ujang Sugiyono, yang didampingi Sekretaris Kwarcab Kebumen Edy Sukamsi dan Kabag Humas Setda Kebumen Sukamto.

    Ujang menambahkan, pihaknya telah menyediakan 160 rumah warga setempat yang akan ditinggal selama tujuh hari oleh para peserta. "Jadi mereka akan memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai homestay," imbuhnya.

    Ia berharap peserta dapat mengikuti aktivitas kehidupan keluarga yang mereka tempati. Sebagian besar keluarga yang mereka inapi, dari pembuat gula kelapa, petani tadah hujan serta peternak. Peserta PWD IX juga diharapkan bisa ikut menderes nira kelapa, membuat gula kelapa, merumput atau bertanam di ladang warga.

    Selama mengikuti kegiatan itu, peserta PWD IX tidak boleh membebani keluarga yang ditinggali. Sebaliknya, mereka harus memberi manfaat kepada keluarga yang mereka tempati. Karena itu, 75 persen kegiatan PWD IX, bakti masyarakat, kegiatan lainnya kepramukaan.

    Selain menjalani kehidupan keseharian warga, peserta juga melakukan kegiatan semacam bakti sosial masyarakat. Di antaranya rehabiltasi 19 rumah tidak layak huni (RTLH), membangun talud jalan, membuat enam jamban keluarga, perbaikan tempat ibadah, serta bersih desa.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top