• Berita Terkini

    Monday, October 2, 2017

    Investor Tiongkok Lirik Tol Trans Jawa

    JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan akan ada tiga proyek infrastruktur besar yang dibangun dengan anggaran di luar APBN. Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, pembangunan proyek-proyek tersebut menggunakan Skema pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah atau PINA.


    ”Ada sebagaian ruas Tol Trans Jawa, pembangkit listrik di Aceh, dan bandara internasional Kertajati. Tiga proyek itu,” kata Bambang kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) kemarin (2/10).


    Bambang menambahkan, proyek-proyek tersebut sudah ada peminatnya. Sebuah perusahaan asal Tiongkok Huaqing Housing Holding Co. Ltd, kata Bambang, sudah mengungkapkan ketertarikan untuk berinvestasi di proyek Tol Trans Jawa. Namun, untuk kepastiannya masih belum diputuskan karena harus melalui proses terlebih dahulu.


    ”Kepastiannya masih pertengahan atau akhir Oktober. Kami berharap, sebelum akhir tahun sudah deal,” tutur alumnus Universitas Indonesia itu. Ditanya mengenai nilainya, Bambang mengatakan, nilainya sudah ada. Sesuai dengan ketersediaan dari pihak investor. ”Ini juga disesuaikan dengan yang dibutuhkan Waskita,” ucapnya.


    Rencana tersebut sesuai target awal Presiden Joko Widodo yang tidak ingin pembangunan infrastruktur terlalu bergantung kepada APBN. Sebab, kemampuan fiskal pemerintah amat terbatas. Dalam sejumlah kesempatan, presiden mengingatkan bahwa biaya infrastruktur yang diprogramkan pemerintah selama lima tahun mencapai Rp 5.000 triliun. ’’APBN kita hanya mampu membiayai sekitar Rp 1.500 triliun,’’ ujarnya.


    Karena itulah, keterlibatan swasta, BUMN, maupun pemda menjadi prioritas utama dalam pembangunan. Pemerintah, tutr Jokowi, terus mendorong agar swasta lebih banyak memainkan peran dalam pembangunan infrastruktur. Semakin banyak pihak yang berinvestasi, maka pembangunan bisa lebih cepat sehingga memicu pertumbuhan ekonomi.


    Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur harus dilakukan sebanyak mungkin sejak saat ini. tidak boleh ditunda-tunda. ’’Kalau tertunda, nanti biayanya makin mahal karena pembebasan lahannya juga semakin mahal,’’ tambahnya. (and/byu)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top