• Berita Terkini

    Kamis, 05 Oktober 2017

    Gara-gara Emas, Warga Giritirto Makmur saat Krisis Ekonomi

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Hingga saat ini, kekayaan alam berupa emas masih melimpah di Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam. Sesepuh desa setempat yakni Ki Pandawa Jati (44) warga RT 1 RW 1 menyebutkan penambangan emas di sungai telah dilakukan sejak tahun 1996.

    Waktu itu Indonesia sedang mengalami krisis moneter (Krismon). Kendati mengalami krisis, namun warga Desa Giritirto justru sangat makmur, sebab banyak sekali emas yang berhasil ditemukan.

    “Waktu itu, dengan mencabut rumput ditepi sungai saja akan terdapat banyak butiran emas yang tersangkut di akarnya,” kenangnya.


    Adanya pendulang emas, awalnya justru bukan dari warga setempat, melainkan dari orang luar daerah. Kala itu butiran emas yang di dapat ukurannya sangat beragam, mulai dari seukuran beras, kelereng hingga setengah biji jengkol. “Kendati demikian, pengambilan harus dilakukan dengan arif, sebab menurut kepercayaan masyarakat, jika serakah maka pengambil akan mendapatkan balasannya,” paparnya.

    Mendulang emas, telah menjadi pekerjaan rutin bagi beberapa warga Desa Giritirto. Selain harganya yang mahal, di desa tersebut juga telah terdapat pengepul. Adapun Biji emas yang didapat oleh warga merupakan emas murni 24 karat.

    “Setelah dicek, ternyata emas yang berada di Giritirto merupakan emas dengan kualitas yang sangat baik. Masyarakat telah paham, jika hari ini pulang tanpa hasil, maka itu belum rejekinya. Selain itu jika sedang mendapat banyak juga tidak lupa diri dan tetap mengingat batasan waktu,” ucap Ki Pandawa Jati, dengan nama asli Teguh Prasetyo yang tidak lain merupakan Kepala Desa Giritirto. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top