• Berita Terkini

    Saturday, October 7, 2017

    Cegah Defisit BPJS, Germas Harus Digencarkan

    fuadhasyim/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Anggota Komisi IX DPR RI, Amelia Anggraini menyatakan perlu ada perubahan paradigma untuk mengatasi defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang terus terjadi tiap tahun. Bahkan tahun ini defisit BPJS Kesehatan sudah mencapai angka Rp 6 triliun.

    Menurut Amelia, defisit ini sebenarnya bisa dihindari jika upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan dikedepankan.

    "Intinya adalah menjaga masyarakat tetap sehat, karena itu pemerintah harus lebih intensif mensosiailsasikan upaya promotif preventif di bidang kesehatan. Misalnya dengan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)," ujar Amelia pada sosialisasi pelayanan kesehatan rujukan dasar di balai pertemuan desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung, Jumat (6/10/2017).

    Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo MKes, dr Yayan Guspian AAAK dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kebumen dr Widodo Suprihantoro serta Kepala Desa wadasmalang Eko Agus Riyadi.

    Politisi dari Partai NasDem ini mengatakan, defisit anggaran BPJS dipicu tak seimbangnya iuran yang didapat dengan biaya klaim layanan kesehatan yang harus dikeluarkan BPJS Kesehatan.

    Sebagian besar dana BPJS, lanjut Amelia, justru habis untuk membayar klaim penyakit katastropik seperti hipertensi, diabetes, stroke, dan kanker. Sebab penanganan penyakit tak menular itu amat menguras biaya. Celakanya, kasus penyakit katastropik terus meningkat tiap tahun.

    “Saat ini trend penyakit di masyarakat telah bergeser. Jika dulu penyakit menular yang banyak, tapi kini penyakit tidak menular yang lebih banyak,” ujar wakil rakyat dari Dapil IX Jawa Tengah yang meliputi Kebumen, Banjarnegara dan Purbalingga ini.

    Dijelaskan Amelia, perubahan tren ini terkait pola makan dan gaya hidup masyarakat.

    Kebiasaan  merokok, kurang olahraga maupun istirahat serta cenderung tidak aktif secara fisik membuat kasus penyakit katastropik menunjukkan grafis meningkat dari tahun ke tahun. Padahal itu sebenarnya bisa dicegah dengan penerapan pola hidup sehat.

    Oleh karenanya, pemerintah harus lebih masif dan intensif menggencarkan kampanye pola hidup sehat agar masyarakat memahami dan sadar pentingnya menjaga pola konsumsi untuk menjaga kesehatan.

    Salah satunya melalui Germas dengan cara menjauhi rokok dan alkohol, rajin berolahraga, mengonsumsi sayur dan buah serta rutin memeriksa kesehatan.

    Sementara itu, dr Yayan Guspian mengatakan sosialisasi pelayanan kesehatan rujukan digelar agar masyarakat tahu tahapan rujukan kesehatan jika sakit. Dengan demikian masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan rujukan yang lebih cepat, tepat, murah dan aman. "Sistem rujukan berjenjang ini diharapkan sesuai standar, sehingga pelayanan kesehatan khususnya penanganan kasus-kasus gawat darurat bisa ditangani dengan baik dan selamat," ujarnya. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top