• Berita Terkini

    Monday, October 23, 2017

    Bacagub Ferry Julintono Optimis Didukung Akar Rumput

    agus/wonosoboekspres
    WONOSOBO- Pemilu gubernur dan wakil gubernur jawa tengah baru akan di gelar tahun 2018, namun aromanya sudah mulai terasa menyengat saat ini.  Sejumlah partai politik mulai menggulirkan nama untuk diuji elektabilitas dan kapabilitasnya.

    Salah satunya nama yang mulai ramai diperbincangakan adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono. Mantan tahanan politik yang dekat dengan Prabowo Subianto itu mulai mengalang dukungan ke daerah-daerah.

    “Saya optimis, ada yang berbeda pada saya,  mantan aktivis, demonstran, mantan tapol dan saya mendapat dukungan dari ketua umum,  saya tertantang untuk melakukan yang terbaik,” katanya usai menghadiri pertemuan dengan puluhan pengurus, kader dan simpatisan partai Gerindra Kabupaten Wonosobo kemarin.

    Dirinya mengaku sudah mengantongi banyak dukungan dari berbagai kalangan di daerah-daerah, termasuk tokoh parpol, tokoh masyarakat, dan juga akar rumah di Jawa Tengah.

    "Saya terus keliling daerah di Jawa Tengah, sejauh ini dukungan terus mengalir dari berbagai kalangan, itu yang membuat saya optimis,” katanya.

    Ferry menambahkan bahwa, ada banyak persoalan di Jawa Tengah, utamanya masalah kemiskinan, dimana provinsi jateng merupakan penyumbang kemiskinan terbesar kedua nasional, sedangkan kemiskinan jateng berada pada urutan ke 12.

    "Untuk apa bangun jalan dan jembatan, tapi infrastruktur yang lain di sektor pertanian dan perikanan tidak dibangun, tidak diurus,” bebernya.

    Menurutnya, efek pembangunan sektor pertanian dan perikanan akan memberikan dampak yang lebih kongkret terhadap pengentasan kemiskinan di jateng. Hal tersebut yang akan menjadi fokus utamanya jika diberi amanat untuk  memimpin Jateng.

    "Sektor pertanian merupakan sektor penting yang apabila mampu diselesaikan sudah bisa mengentaskan 6 juta masyarakat jateng, karena sebagai besar masyarakat jateng berada di sektor itu dan belum mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah,” ungkapnya.

    Berkaitan dengan kondisi politik di Kabupaten Wonosobo, Ferry mengatakan bahwa banyak anomali dalam politik dewasa ini. Wonosobo yang merupakan basis PKB dan PDIP saja gagal mengusung calon menjadi bupati. Hal itu juga terjadi di beberapa daerah lain.

    "Anomali politik itu terjadi di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Wonosobo pada pilkada 2015 lalu, dengan situasi itu saya optimis, bisa meraih dukungan, peluangnya semakin terbuka luas,” pungkasnya. (gus)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top