• Berita Terkini

    Friday, October 13, 2017

    127 Desa Rawan Longsor, 118 Desa Rawan Banjir

    fotosaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kabupaten Kebumen, saat ini telah siaga mengantisipasi terjadinya bencana alam. Pasalnya, saat musim penghujan sebagian besar wilayah di Kabupaten Kebumen menjadi langganan bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, tanah bergerak, hingga puting beliung.

    Bahkan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, sebanyak 112 desa di 15 kecamatan rawan longsor, yang mengancam 95 ribu jiwa. Sedangkan, daerah rawan banjir sebanyak 118 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Jumlah warga yang berpotensi terdampak banjir ini sekitar 126 ribu jiwa.

    Untuk itu, Pemkab Kebumen menyiagakan semua unsur dalam rangka penanggulangan potensi terjadinya bencana alam. Kesiapsiagaan semua unsur tersebut diwujudkan melalui Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Menghadapi Musim Hujan di Alun alun Kebumen, Jumat (13/10/2017).

    Apel yang dipimpin Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, itu diikuti personil TNI, Polri, SAR, PMI, pemadam kebakaran, Tagana, Pramuka, RAPI, ORARI, tenaga kesehatan, TRC BPBD, Banser, hingga pelajar dan mahasiswa.

    Apel juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo, Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Eko Widianto. Pada kesempatan itu juga dilakukan peninjauan kesiapan logistik, sarana prasarana dalam menghadapi bencana.

    Wakil Bupati Yazid Mahfudz, dalam sambutannya menyampaikan memasuki musim penghujan kewaspadaan terhadap bencana perlu ditingkatkan. "Apel ini akan menambah kesiapsiagaan kita dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Bukan berarti kita menantang bencana. Melainkan sedia payung sebelum hujan," kata Yazid Mahfudz.

    Terlebih, kata Yazid Mahfudz, Kebumen merupakan salah satu daerah rawan bencana. Karena itu, upaya pengurangan resiko bencana harus dilakukan. Tentu dengan terencana agar pengurangan resiko bencana dapat diupayakan secara terencana, terpadu dan berkesinambungan. "Untuk itu kita membutuhkan kinerja yang  maksimal dan terarah," ujarnya.

    Menurutnya, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu OPD pengampu penanggulangan bencana. Untuk itulah, koordinasi, dan sinergitas dengan instansi dan lembaga lain adalah sebuah keniscayaan.  Di antaranya TNI, Polri dan relawan penanggulangan bencana, SAR, masyarakat dan dunia usaha.

    "Selain upaya penyelamatan, kita juga harus melakukan upaya pencegahan. Yaitu melalui perbaikan dan pelestarian  lingkungan.  Juga perencanaan pembangunan yang berwawasan Pengurangan Resiko Bencana melalui program dan kegiatan OPD terkait. Dengan dukungan dari seluruh unsur masyarakat," paparnya.

    "Apel ini menjadi langkah yang tepat untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan terjadinya bencana," tegasnya.

    Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Eko Widianto, menambahkan saat ini pihaknya sudah siaga dalam hal menghadapi bencana tersebut. Pemkab telah menyiapkan logistik untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat bencana. Kapan pun logistik dibutuhkan, pihaknya siap mendistribusikan.

    "Kami juga pasang mata dan telinga selama 24 jam, untuk memperbaharui informasi soal kondisi di lapangan," ujarnya.

    Selain itu, BPBD juga akan membentuk tim reaksi cepat dan posko di masing-masing kecamatan yang rawan bencana. Tak hanya banjir dan longsor, BPBD juga mengantisipasi bencana angin kencang yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.

    BPBD sendiri sudah menyiapkan logistik, seperti beras, mi instan. Selain itu,perahu karet, bronjong, puluhan ribu karung plastik, genset, kaso, seng, karung serta mesin gergaji. Personil juga disiagakan 24 jam.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top