• Berita Terkini

    Friday, September 1, 2017

    Warga Desa di Wonogiri ini Gelar Salat Idul Adha di Pantai

    ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO
    WONOGIRI – Kemeriahan perayaan Idul Adha bukan hanya dirasakan di kota dan desa. Hingga bibir pantai pun tersentuh semangat berkurban. Suara takbir pun seperti bersahut-sahutan. Sama-sama memuji kebesaran Allah SWT.

    Sebelum pukul 06.30, warga Dusun Parang, Desa Paranggupito sudah berduyun-duyun menuju bibir Pantai Sembukan untuk menunaikan Salat Idul Adha. Sedikitnya terdapat 200 jamaah yang terdiri dari petani, nelayan, perangkat desa, dan kecamatan hadir.

    Bertugas sebagai imam dan khatib adalah Slamet Arifin, S.Ag penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA) Paranggupito. Dalam khotbahnya, Arifin mengajak jamaah berkurban untuk berhijrah. "Menuju masyarakat yang rela berkurban untuk kepentingan agama, bangsa dan negara," kata Arifin.

    Menurutnya, Salat Idul Adha yang digelar di tepi pantai tersebut agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di mana pantai merupakan salah satu dari sekian banyak tanda kebesaran Allah.

    "Selain itu, kegiatan ini merupakan perwujudan slogan guyub rukun tumuju kuncaraning wisata Paranggupito," ungkap Arifin. Ditambahkan dia, Pantai Sembukan merupakan Geosite dalam Geopark Gunung Sewu yang ditetapkan oleh UNESCO 2015 lalu.

    Kabag Humas Sekda Wonogiri Haryanto yang juga mantan camat Paranggupito menuturkan, kepercayaan UNESCO memasukkan pantai Sembukan sebagai salah satu geosite geopark Gunung Sewu pada 2015 harus segera ditindaklajuti. Yakni dengan mempercantik kawasan wisata tersebut.

    "Masih banyak masyarakat menganggap bahwa pantai adalah sesuatu yang menakutkan. Apalagi Pantai Sembukan memang sudah sangat terkenal sebagai tempat wisata spiritual dan disakralkan," ujarnya.

    Lebih lanjut diterangkan Haryanto, sebelumnya, hampir semua kegiatan tingkat desa atau kecamatan dilaksanakan dan difokuskan di ibu kota kecamatan atau desa. Hanya Labuhan Ageng yang digelar di Pantai Sembukan. Tapi sekarang, hampir semua kegiatan masyarakat dialihkan ke pandai dengan pemandangan alam menakjubkan tersebut. (kwl/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top