• Berita Terkini

    Sabtu, 16 September 2017

    Umat Kristiani Kebumen Serahkan Bantuan Rohingya

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Uang hasil penggalangan dana untuk etnis Rohingya yang dihimpun kaum Nasrani Kebumen diserahkan ke PMI Cabang Kebumen. Nantinya, PMI Kebumen Kebumen akan menransfer uang Rp 9,013 juta itu ke rekening PMI Pusat untuk diserahkan kepada pengungsi Rohingya yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.

    Penyerahan hasil penggalangan dana dilakukan di markas PMI Cabang Kebumen, Jumat (15/9/2017).

    “Ini sebagi wujud keprhatinan kami terhadap umat muslim Rohingnya yang sedang mengalami kekerasan di Myanmar,” kata Ketua Badan Kerjasama Gereja-gereja se Kabupaten Kebumen, Pendeta Dadang Ngadisasanto

    Waka Polres Kebumen Kompol Christian Aer SH SIK, yang turut hadir dalam penyerahan dana itu mengatakan pengumpulan dana itu dikumpulkan dari Minggu (10/9) di GBI Kebumen sampai dengan Jumat dengan dana terkumpul sebanyak Rp 9.031.000.

    “Kegiatan ini merupakan aksi kepedulian dari umat Kristen dan Katolik di Kebumen kepada korban konflik di negara bagian Rakhine Myanmar” ucap Kompol
    Christian Aer.

    Dia menambahkan, kaum kristiani kebumen berempati dan prihatin dengan adanya krisis kemanusiaan yang terjadi terhadap kaum rohingya di myanmar, kami
    berharap toleransi dan kebersamaan warga Kebumen tetap terjalin sehingga tercipta kenyamanan hidup di Kabupaten Kebumen.

    Ketua PMI Kabupaten Kebumen Komper Wardopo menuturkan, pihaknya berterimakasih atas wujud kepedulian dan kepercayaan umat kristiani untuk menyalurkan hasil

    penggalangan dana melalui PMI Kabupaten Kebumen. “Kami ucapkan terima kasih dana ini akan kami transfer kepada PMI Pusat untuk bisa direrahkan kepada kaum Rohingya
    yang ada di Myanmar atau di pengungsian,” katanya.

    Sementara itu, empat pesawat Hercules milik TNI AU yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi Rakhine State di Bangladesh sudah tiba. Dua pesawat tiba kemarin (15/9). Sementara dia pesawat lainnya sudah tiba terlebih dahulu pada Kamis (14/9).



    Kedatangan bantuan tersebut disambut langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno dan perwakilan dari pemerintah Bangladesh. Bantuan tersebut kemudian langsung diserahkan oleh Direktur Tanggap Bencana BNPB Junjungan Tambunan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno.



    Bantuan tersebut kemudian diserahkan Rina kepada pemerintah Bangladesh yang diwakili oleh Distric Commissioner Chittagong Md Zillur Rahman Chowdhury. Rina mengatakan, pemerintah Bangladesh sudah menunggu-nunggu bantuan tersebut.



    "Pemerintah Bangladesh ada beberapa kendala keterbatasan di lapangan. Ini sudah ditunggu-tunggu sekali," tutur Rina melalui keterangan resmi kemarin.



    Rina menjelaskan bahwa pihaknya akan membantu mendistribusikan kepada para pengungsi yang ada di Kota Coxs Bazar. "Dari sini kita akan membantu membawa ke Kota Coxs Bazar, kota terdekat dengan daerah pengungsi. Jaraknya sekitar 170 kilometer dari kota ini. Kita akan bantu sampai di sana," ungkapnya.



    Dalam kesempatan tersebut, Rina juga menjelaskan kondisi saat ini di sejumlah tenda pengungsian yang ada di Kota Coxs Bazar. Menurutnya, kondisi tenda maupun para pengungsi saat ini cukup memprihatinkan.



    "Kemarin saya ke Coxs Bazar, di sana camp-camp pengungsian sudah melebihi kapasitas sehingga dibangun camp-camp yang asal-asalan tendanya hanya didukung oleh tenda bambu yang kalau kena angin atau hujan angin akan terbang," tutur Rina.



    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menjelaskan, bantuan yang dikirim ke Bangladesh nantinya akan didistribusikan bersama pemerintah Bangladesh. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat. "UNHCR dan IOM juga akan terlibat," jelas Tata.



    Terkait dengan bantuan kemanusiaan ke Myanmar, Tata mengatakan bahwa pemerintah Myanmar sudah memberikan akses kepada Indonesia untuk menyalurkan bantuan ke Rakhine State. "Kami juga sudah menerima secara resmi info mengenai barang-barang apa saja yang dibutuhkan Myanmar untuk bantu Rakhine State," kata Tata.



    Tata menambahkan, dengan adanya list barang-barang tersebut, pemerintah Indonesia bisa segera menyiapkan dan mengirimkan barang-barang tersebut. "Ini akan segera kita bahas dan sesegera mungkin kita berikan bantuannya," ucap dia. (has/saefur/and/jpnn).


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top