• Berita Terkini

    Monday, September 18, 2017

    Terduga Teroris Cirebon Diduga Jaringan JAD, Polisi Sita 5 Bom Molotov

    RESKRIMPOLRESCREBONFOR RADARCIREBON
    CIREBON- Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Cirebon, kemarin, jadi heboh. Ini setelah seorang terduga teroris ditangkap polisi di area luar Bandara Cakrabuana (Penggung), Kota Cirebon. Terduga teroris yang diketahui bernama Imam Mulyana (IM) asal Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, itu ditangkap sekitar pukul 14.30.


    Itu berarti terduga teroris ini ditangkap sekitar 3 jam sebelum rombongan Presiden Jokowi mendarat di Bandara Cakrabuana. Rombongon presiden sendiri menggunakan dua pesawat. Masing-masing jenis CN295/A2908 yang mendarat sekitar pukul 17.33, dan pesawat jenis CN295/A2909 yang mendarat sekitar pukul 17.42.


    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto membenarkan pihaknya menangkap terduga teroris tersebut. Menurut kapolda, IM saat itu berada di area luar sekitar bandara, tepatnya di Jl Angkasa, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon. Jl Angkasa adalah salah satu jalan umum yang berada persis samping bandara.


    Dikatakan kapolda, gerak-gerik IM membuat polisi curiga. Saat itu, tim Satuan Reskrim Polres Cirebon Kota yang melakukan pemantauan, langsung mendatangi IM dan melakukan penggeledahan. “Saat digeledah, petugas menemukan beberapa barang bukti. Di antaranya senjata jenis air softgun, senjata tajam jenis sangkur, serta beberapa buku ajakan jihad,” kata kapolda yang ditemui wartawan di Mapolres Cirebon Kota.


    Kapolda mengatakan pihaknya masih harus melakukan pemeriksaan dan pendalaman guna memastikan IM adalah jaringan teroris. “Saat ini masih diduga sebagai jaringan teroris. Dia saat ditangkap masih berada di luar area bandara. Bukan di dalam bandara. Teman-teman Polres Cirebon Kota masih lakukan pengembangan,” ujar kapolda.

    Sementara Kapolres Cirebon Kota AKBP Vivid Adi Agustiadi Bachtiar saat ditemui di lokasi penutupan Festival Keraton Nusantara (FKN) XI di kompleks Gua Sunyaragi, Senin malam (18/9) mengatakan anggotanya mengamankan lima bom molotov.


    “Bahkan menurut intelijen kita, pelaku merupakan anggota JAD (jamaah ansharut daulah). Tapi pelaku masih enggan mengakui itu. Terkait bom, ditemukan di sekitar warung (sekitar Bandara Penggung, red), di mana pelaku tadi makan. Jadi dia sempat mampir makan di salah satu warung di situ,” kata Adi.


    Sementara di lokasi penutupan FKN, aparat siaga di hampir semua pintu masuk kompleks Gua Sunyaragi. Presiden Jokowi sendiri hadir di area itu untuk menutup FKN XI. “Sudah pasti penjagaan di tempat ini (lokasi penutupan FKN, red) kami perketat,” kata Kapolres Adi Vivid.


    Sementara itu, penangkapan terduga teroris jelang kunjungan Presiden Jokowi ke Cirebon dilakukan oleh pihak kepolisian di wilayah luar Bandara Cakrabuana Cirebon. Hal tersebut dipastikan oleh Kepala Bandara Cakrabuana Cirebon, Capt Mark Ferdinan SE saat ditemui tadi malam.


    Menurutnya, pihak bandara ditambah pengamanan dari TNI dan Paspampres sudah melakukan proses sterilisasi lingkungan bandara sejak tiga hari jelang kedatangan Presiden. Sehingga tidak mungkin orang asing atau pelaku teroris bisa mendekat ke bandara. Dia pun memastikan tidak ada bom molotov ataupun bahan peledak lainnya yang ditemukan oleh pihak kepolisian di dalam areal bandara.


     “Saya pastikan bandara dalam situasi aman, tidak ada penemuan bom molotov ataupun peledak di dalam area bandara. Tidak sembarangan orang bisa masuk ketika ada tamu VVIP datang. Jangankan orang asing, saya yang setiap hari masuk sini saja ditanya-tanya oleh penjaga. Kalau pun ada bom molotov, dan itu di luar bandara, bukan kewenangan kami. Saya pastikan bandara aman dan Pak Presiden mendarat sesuai jadwal yang ditentukan,” imbuhnya.


    Dijelaskannya, jika ada bom di areal bandara otomatis pihak pengamanan akan menbatalkan jadwal kedatangan Presiden ke Cirebon. “Sama sekali tidak ada perubahan jadwal. Semuanya sesuai dengan rundown yang sudah disusun. Kedatangan presiden pun tidak mengalami perubahan,” katanya.


    Senada dikatakan Danlanud Sugiri Sukani, Letkol Nav Rano Kristiyono ST. Dia mengatakan saat ini tidak ada peningkatan pengamanan ataupun status pengamanan ditambah. Menurutnya, untuk pengamanan Presiden sudah menggunakan sistem pengamanan yang paling ketat.  “Ini yang harus diluruskan, tidak ada bom di bandara. Saya sudah pastikan, bahkan saya sudah langsung kontak pihak kepolisian. Kalau di luar sana, saya tidak tahu. Tapi yang pasti di sini (di dalam area bandara) tidak ada,” tuturnya.


    Dari informasi yang ia terima, saat ini pihak kepolisian sedang mengambangkan kasus tersebut. Pihaknya pun meminta masyarakat menunggu dan tidak langsung memakan informasi secara mentah-mentah serta tidak berspekulasi lebih jauh lagi hingga membuat keresahan di masyarakat.

    “Nanti kita sama-sama tunggu rilis dari kepolisian. Saya tidak tahu yang ditangkap sore tadi itu terduga teroris dari jaringan mana, sasarannya siapa dan apakah yang bersangkutan bawa bom atau tidak. Tapi secara logika, sangat tidak mungkin kalau ada bom di dalam bandara. Apalagi isunya bom itu sudah ditanam, nanamnya bagiamana,” ungkapnya.




    Sementara itu, Kepala Desa Burujul Wetan, Setiawan membenarkan bahwa Imam adalah warganya. Namun dirinya juga menjelaskan bahwa Imam adalah warga pendatang. "Imam orang Cirebon, dan yang asli sini orang Burujul Wetan itu adalah istrinya," ungkap Setiawan.


    Dia mengatakan kelurga Imam dikenal tertutup. "Namun mereka keluarga yang dikenal baik. Hanya saja kurang komunikasi dengan masyarakat, "jelas kades. Terkait aktivitas Imam, Setiawan mengatakan dikenal sebagai wiraswasta yang sering mendagangkan makanan dan barang-barang rumah tangga.


    "Sebelum ditangkap, saya juga sempat curiga. Soalnya selain tertutup. Kelurganya sering kedatangan orang-orang yang tidak dikenal. istrinya berpakaian tertutup dan memakai cadar. Tapi kita belum bisa vonis bahwa itu jaringan teroris. Biar polisi yang bekerja,” kata Kades Setiawan.

    Ketika dikonfirmasi Jawa Pos Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan bahwa sampai saat ini terduga teroris berinisial IM itu masih diperiksa di kantor Polresta Cirebon. Dari tangan IM, aparat kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah pisau sangkur berikut sarungnya, sepucuk senjata air soft gun, dan hairspray hot. ”Ada tulisan provokasi juga,” imbuhnya.



    Penangkapan IM dilakukan kemarin sekitar pukul 14.35 WIB. Dia di amankan dari Jalan Lapangan Udara, Kampung Penggung Selatan, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Berdasar data yang diperoleh Polri, IM merupakan seorang karyawan. ”Kelahiran 1986 asal Majalengka,” ungkap Rikwanto. Namun, Polri belum mengungkap asal sel, jaringan, atau kelompok teroris IM.



    Mantan kabidhumas Polda Metro Jaya (PMJ) itu pun belum bisa menjelaskan secara terperinci soal penangkapan IM. Termasuk di antaranya dugaan niatan IM memanfaatkan momentum kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kota Cirebon. Keterangan serupa disampaikan oleh Kabidhumas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Yusri Yunus. Dia belum bersedia buka suara soal penangkapan IM. ”Masih diperiksa di Polresta Cirebon. Saya belum bisa komentar,” kata dia. (syn/arn/dri/bae

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top