• Berita Terkini

    Saturday, September 23, 2017

    Sakit Tak Mampu Berobat, Pria di Karanggayam ini Nekat Gantung Diri

    ILUSTRASIILUSTRASI
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Rasmun (27), warga Desa Ginandong kecamatan Karanggayam memilih cara pintas gara-gara tak tahan menderita sakit selama bertahun-tahun. Peternak sapi tradisional ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kandang kambing, tak jauh dari rumahnya, Jumat (22/9/2017).

    Jasad pria malang ini ditemukan tergantung pada seutas tali plastik yang diikatkan pada ‘blandar’ kandang kambing.

    Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui KasubbagHumas AKP WillyBudiyanto menuturkan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga Jumat pagi
    sekira pukul 05.00 WIB.

    “Kasus ini telah ditangani Inafis Polres Kebumen danPolsek Karanggayam. Namun dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan tanda tanda yang mengarah ke tindak kejahatan,” kata Willy, kemarin.

    Dia menuturkan, korban sempat meninggalkan rumah pada Jumat dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Karena hingga pukul 04.00 wib tak kunjung pulang, istri korban, Nurwahyuni (27) mulai gelisah. Dia kemudian menanyakan keberadaan suaminya kepada tetangganya yang sudah bangun. Namun tak ada warga yang melihat batang hidung
    korban. Korban juga diketahui tak menginap di rumah saudara maupun tetangganya.

    Menurut Willy, istri korban sebenarnya sudah sempat berkeliling ke sekitar rumah. Namun karena kondisi yang gelap, Nurwahyuni tetap tak menemukan suaminya.
    Hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam kondisi menggantung di kandang kambing yang berada tak jauh dari rumahnya.

    Warga yang baru saja menunaikan ibadah subuh pun seketika geger dan melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib. Willy bertutur, dari keterangan
    istrinya, korban diketahui menderita penyakit hernia yang sudah diderita selama bertahun-tahun.

    “Ya, informasi yang kami peroleh, korban lama mengidap penyakit hernia. Tapi karena kondisi ekonomi yang pas-pasan, korban mengaku tidak sanggup untuk berobat,” beber Willy sembari menjelaskan jika korban sebenarnya memiliki satu ekor sapi tapi tidak dijual dengan alasan untuk tabungan. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top