• Berita Terkini

    Thursday, September 21, 2017

    Puluhan Perahu Hias Semarakkan Suran di Pantai Logending

    fotoahmasaefurrohman/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Tahun baru Islam 1439 Hijriyah diperingati nelayan di TPI Pantai Logending untuk menggelar tasyakuran sedekah laut, Kamis (21/9/2017). Acara yang juga menggandeng Pos TNI AL Lo-gending itu juga dibarengkan dengan lomba perahu hiasnelayan di muara Sungai Kali Bodo.

    Acara bertajuk Parade Budaya Masyarakat Pesisir Kebumen tersebut diawali dengan pelepasansesaji berupa nasi tumpeng dengan kepala kambing, anak ayam serta jajan pasar.

    Proses pelarungan menggunakan perahu nelayan yang diletakan di laut lepas sejauh 1,5 kilometer dari pantai Logending dan pantai Pedalen.

    Komandan Pos TNI Angkatan Laut AL Logending Kebumen Peltu Yoyok Kushermawan mengatakan, sedekah laut tahun  ini bertepatan dengan Hari Jadi ke-72 TNI Angkatan
    Laut.

    “Ini sekaligus peringatan hari bahari nasionaldan ulang tahun TNI AL yang jatuh pada 10 September 2017 lalu,” kata pria yang juga menjadi ketua panitia sedekah laut.

    Yoyok menambahkan acara tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan masyarakat, nelayan, aparat dan pemerintah melalui tradisi budaya pesisir selatan Kebumen.
    “Ini juga sebagai ungkapan syukur masyarakat pesisir dan nelayan atas limpahan hasil tangkapan ikan,” katanya.

    Sementara itu, lomba hias perahu nelayan diikuti 64 peserta. Dengan didampingi 31 perahu pendamping, peserta lomba berlayar menyusuri sungai Bodo sejauh delapan kilometer dari dermaga TPI ke utara dan kembali lagi ke TPI Logending.

    Muslimin (50) warga Kecamatan Rowokele merasa senang mengikuti acara tersebut.“Seneng jarang jarang naik perahu gratis bisa buat hiburan bersama keluarga,” katanya.

    Selain itu acara tersebut juga dimeriahkan dengan hiburan grup band pelestari tembang Koes Plus dan ditutup dengan makan bersama.  Uniknya dalam sesi makan
    bersama yang digelar di dalam Aula TPI Pantai Logending,  warga membawa bekal makanantumpeng sendiri - sendiri.

    Tumpeng yang khas masyarakat pesisir Logending tersebut isinya unik yakni dengan urab kelapa yang dicampur dengan “Tawon” lebah madu hutan dengan bumbu
    kekuningan dan rasanya gurih.

    “Ada juga lepet, ketupat, ikan, udang dan masakan hasil laut lainnya, kita makan bersama sama, kalau soal isi tumpeng dengan tawon ini sudah ada orang tua jaman dulu,” kata Wasijo (54) warga Desa Logending. (saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top