• Berita Terkini

    Sabtu, 30 September 2017

    PNS Kebumen yang Sering Telat Masuk Kerja Siap-siap Penghasilannya Dipotong

    Mohammad Yahya Fuad/Bupati Kebumen
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Masih adanya sejumlah ASN atau PNS yang terlambat masuk kerja membuat Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, gusar.  Bupati pun menyatakan akan memotong tambahan penghasilan bagi para PNS yang masih kedapatan melakukan pelanggaran semacam itu di tempat kerja.

    Hal itu disampaikan Bupati usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kantor dan instansi di Kecamatan Sruweng, Jumat pagi (29/9/2017). Dalam sidak ini, Bupati mendapati masih ada sejumlah PNS yang terlambat masuk kerja.

    Baca juga:
    (Sidak, Bupati Kebumen Menjumpai Kantor Kecamatan Masih Kosong)


    Mohammad Yahya Fuad mengatakan, sidak yang dilakukan kemarin tak sekedar mencari-cari kesalahan para bawahannya tersebut. Sekaligus dalam rangka melihat dan mengetahui secara langsung persoalan yang ada.

    Seperti dari hasil sidak kemarin, Bupati mendapati masih adanya pembangunan kantor di Kecamatan Sruweng serta adanya kantor Pemerintah yang masih berdiri di atas lahan milik desa.

    Namun demikian, Yahya Fuad kembali menegaskan akan pentingnya disiplin PNS, terutama yang bertugas terkait dengan layanan publik.

    Baca juga:
    (Bupati Kebumen Lantik 5 Pejabat Hasil Lelang, ini Nama-nama Mereka)


    Yahya Fuad kembali menegaskan, pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada para PNS yang "malas" bekerja. Apalagi, saat ini tunjangan penghasilan atau Tunjangan Tambahan Penghasilan para aparatur di Kebumen sudah meningkat. Yahya Fuad lantas mencontohkan, tamsil seorang kepala dinas di Kebumen sudah tembus Rp 7,5 juta sebuah jumlah yang termasuk lima besar di Jawa Tengah.

    Besaran tamsil itu, kata Yahya Fuad, akan terus dinaikkan pada periode mendatang. Mengingat, tanggung jawab seorang kepala dinas yang besar. Dan sudah sepatutnya, pendapatan besar itu diikuti dengan kinerja yang baik.

    Selain menambah penghasilan, Bupati juga bakal memberlakukan absensi dengan faceprint (absensi wajah)  terintegrasi dengan sistem sehingga memungkinkan diketahui tingkat disiplin para PNS. Dengan absensi seperti ini, proses reward and punishment akan diberlakukan. "Bagi yang PNS yang terlambat, tamsilnya akan dipotong atau bahkan hangus," katanya.

    "Saat ini sudah ada 125 unit faceprint. Kekurangannya akan ditambah pada anggaran tahun 2018 yang selanjutnya akan ditaruh di dinas-dinas serta instansi yang berkaitan dengan layanan publik," ujar Yahya Fuad.(cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top