• Berita Terkini

    Monday, September 25, 2017

    Perajin Kulit Dapat Pelatihan Bikin Produk Jadi

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sebanyak 30 pengrajin kulit mendapat pelatihan dari Dinas Pelatihan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerkop UKM) Kebumen. Pelatihan dilaksanakan selama  10 hari yakni dimulai 25 September hingga 4 Oktober mendatang di Hotel Candisari Kebumen.

    Pelatihan kali ini difokuskan pada pembuatan produk jadi. Pasalnya pelatihan tentang pengolahan ikan pari hingga penyamakan kulit binatang telah dilaksanakan sebelumnya. Beberapa barang yang dibuat seperti saat pelatihan meliputi dompet, sabuk, gantungan kunci dan lain sebagainya.

    Adapun bahan yang digunakan yakni kulit ikan pari, kulit sapi, dan kulit binatang lainnya. Pelatihan dilaksanakan dengan mengundang tiga pelatih yakni  Teguh Santoso dari KUB Arena Pari Cilacap dan Nur Rohman beserta rekannya cari pengrajin kulit Yogyakarya.

    Kepala Dinakerkop UKM Kebumen Dwi Suliyanto SSos MSi menyampaikan, pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi para anggota koperasi.

    Di Kebumen, potensi ikan pari sangat melimpah, namun baru dimanfaatkan dagingnya saja.  Padahal kulit ikan pari akan menjadi produk yang sangat mahal setelah diolah menjadi kerajinan.

    “Untuk harga sabuk mencapai  Rp 700 ribu per unit, dompet Rp 900 ribu. Bahkan negara tetangga sangat minat dengan Kerajinan kulit ikan pari,” tuturnya.

    Pelatihan kepada para anggota koperasi dilaksanakan secara berjenjang. Hal itu dimulai dari pengolahan ikan pari, penyamakan kulit hingga pembuatan produk.

    Adapun terkait dengan pemasaran, beberapa pihak yang telah menjadi mitra bersedia untuk turut serta memasarkan. Sebab selama ini mereka juga belum dapat memenuhi sejumlah permintaan. “Peluangnya sangat besar, maka dari itu Pemerintah Kebumen benar-benar melaksanakan pelatihan secara serius,” paparnya.

    Kabid Koperasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi UMKM Kebumen Agung Supri Haldoko SE menegaskan, saat ini Pasar Bebas Asian atau Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) telah dilaksanakan. Untuk itu masyarakat Indonesia khususnya warga Kebumen harus mampu bersaing dengan warga asing. Salah satunya dilaksanakan dengan meningkatkan kompetensi dan kemampuan membuat produk dengan standar internasional.

    “Sudah tidak bisa ditawar lagi, saat ini kita harus mampu membuat produk dengan kualitas ekspor,” tegasnya didampingi Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Rohyani SE MM.

    Pihaknya berharap, para peserta tidak selesai pada pelatihan saja, melainkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.  “Jangan sampai berhenti pada pelatihan saja. Setelah selesai mengikuti pelatihan peserta juga harus praktik dan berinovasi hingga berhasil,” ucapnya, (mam).

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top