• Berita Terkini

    Thursday, September 21, 2017

    Pendaki Merapi Pingsan Terjerembab di Bebatuan

    TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI
    BOYOLALI – Maksud hati ingin menghabiskan liburan Tahun Baru Islam di puncak Gunung Merapi, Musiri, 30, warga Kaligenthong, Kecamatan Ampel malah celaka. Dia terjatuh ke bebatuan dan sempat tak sadarkan diri, Kamis (21/9). Beberapa bagian tubuhnya luka.

    Usai menikmati pemandangan sunrise, sekitar pukul 06.30, Musiri bersama lima temannya dari pecinta alam Merbabu turun dari puncak Merapi menuju Pasar Bubrah tempat mereka mendirikan tenda. Belum sampai ke tenda, Musiri tersandung batu dan terguling ke bebatuan.

    Salah seorang teman Musiri, Tri Wahyudi, 39, mengatakan, para pendaki Putra Merbabu mulai mendaki Merapi melalui jalur New Selo, Rabu (20/9) pukul 18.00. Sampai di Pasar Bubrah pukul 21.00. Mereka berkemah bersama ribuan pendaki lain untuk yang merayakan Malam 1 Suro. “Baru sekitar pukul 05.00 (Kamis,Red) naik ke puncak Merapi,” katanya.

    Nah, saat menuruni puncak, Musiri tersandung batu. Dia sempat pingsan karena diduga kepalanya membentur bebatuan di puncak Merapi. Akibatnya, dagu, kuping, dan kedua kakinya mengalami luka.

    “Mungkin kepala kena batu, jadi dia sempat pingsan beberapa saat. Beberapa bagian tubuhnya juga luka-luka,” terang Tri ditemui di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

    Setelah siuman, Musiri sempat muntah sehingga menambah kekhawatiran rekan-rekannya. Tak membuang waktu, Musiri segera dievakuasi menggunakan tandu darurat. Tri bertugas melapor ke basecamp SAR di Selo untuk meminta bantuan. Tim SAR bergegas naik dengan membawa perlengkapan rescue.

    “Kami bertemu di pos I dan selanjutnya meneruskan perjalanan turun. Sampai di bawah, tim SAR lain sudah siap dengan mobil milik Polsek Selo untuk membawa Musiri ke Puskesmas Selo,” jelas Tri.

    Untuk mendapatkan perawatan lebih baik, Musiri dirujuk ke RSUD Pandan Arang Boyolali dan tiba di ruang IGD sekitar pukul 13.40.
    Ditemui di rumah sakit setempat, Musiri mengaku masih merasa pusing. “Dokternya bilang saya tidak apa-apa. Hanya mengalami luka luar. Ingatnya saat itu sedang turun gunung. Pas sadar sudah ditolong teman-teman,” terang dia. (wid/wa)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top