• Berita Terkini

    Tuesday, September 26, 2017

    Pendaki Gunung Slamet yang Hilang Belum Ditemukan

    TEGAL - Seorang pendaki Gunung Slamet Muhammad Charis Munandar,24, yang hilang sejak Minggu (24/9) hingga kini belum ditemukan. Hal ini membuat orangtua korban resah. Mereka hanya bisa berdoa supaya anaknya secepatnya dapat ditemukan.

    "Sampai sekarang belum ditemukan. Tapi Tim SAR masih mencari," kata Tarisah, 52, ibu Charis saat ditemui di rumahnya di RT 27 RW 08 Desa Pegirikan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (26/9).

    Tarisah mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya menunggu kabar dari petugas Tim SAR di rumah. Rencananya, salah satu kakak Charis juga akan ikut mencarinya. Dia berharap, anak ke 6 dari 9 saudara itu secepatnya ditemukan. "Dia (Charis) memang pamit ke saya kalau mau naik ke Gunung Slamet. Dia mau berangkat dengan delapan orang temannya," ujarnya.

    Saat pamit, Tarisah mengaku tidak ada firasat apapun. Dia memperbolehkan anaknya naik gunung karena bukan kali pertama. "Sudah dua kali naik Gunung Slamet, jadi saya tidak khawatir," ucapnya.

    Hal itu dibenarkan oleh ayah Charis, Karso,63, yang duduk di samping Tarisah. Menurutnya, setiap akan mendaki gunung, Charis selalu pamit. "Sebelumnya paling lama kalau mendaki Gunung itu dua hari," tutur Karso.

    Hingga saat ini Karso dan Tarisah bersama anggota keluarga yang lain masih menunggu perkembangan proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan‎sejak Senin (25/9). "Sampai sekarang masih belum ada kabar. Masih menunggu pencarian. Tapi saya yakin Aris akan pulang," tukasnya.

    Sementara, Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal Abdul Khalik mengatakan tiga regu Tim SAR yang sudah berangkat ke puncak Gunung Slamet belum membuahkan hasil. Sehingga ada dua regu lagi yang membantu melakukan pencarian.

    "Relawan yang mencari korban merupakan tim gabungan pecinta alam. Tim pertama jumlahnya sembilan orang," ujarnya.

    Menurutnya, jika tidak ditemukan di hari itu, terpaksa PMI dan Tagana akan membuka dapur umum untuk para relawan. Dia berharap, korban secepatnya ditemukan. "Tim kedua adalah 13 personel Basarnas yang berangkat melalui Jalur Bambangan," pungkasnya. (yer)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top