• Berita Terkini

    Tuesday, September 26, 2017

    Ombak Besar Nelayan Ayah Libur Melaut

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Dalam beberapa terakhir, tidak ada nelayan Kabupaten Kebumen yang pergi melaut lantaran cuaca yang tidak bersahabat. Komandan SAR Lawet Perkasa, Bejo Priyono, mengatakan, ketinggian ombak  mencapai 3 hingga 5 meter.

    Seperti Selasa kemarin (26/9/2017), tak ada satu pun nelayan TPI Desa Karangduwur yang mencari ikan menggunakan perahu di tengah laut. Padahal saat ini sedang musim ikan layur, bawal, udang dan ubur-ubur. "Nelayan memilih libur karena ombaknya masih besar. Tidak ada satupun yang nyari ikan," ujar Bejo Priyono.

    Ombak pasang, memang menjadi ancaman bagi para nelayan yang nekat melaut.  Sebelumnya, perahu nelayan Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, hancur dihantam oleh ganasnya ombak pantai selatan, saat akan berangkat melaut.

    Kecelakaan laut itu terjadi di kawasan Pantai Menganti, pada Minggu (24/9/2017) sekitar pukul 05.00 dini hari. Beruntung dua nelayannya dapat diselamatkan oleh Tim SAR Lawet Perkasa dan nelayan setempat.

    Akibat kejadian itu, perahu mengalami rusak berat. Sedangkan alat tangkap ikan dan mesin perahu hilang. Kerugian yang diderita dari musibah itu ditaksir mencapai Rp 75 juta.

    Bejo Priyono, mengatakan pihaknya telah menerjunkan sejumlah penyelam untuk mencari alat tangkap ikan dan mesin perahu. Namun, tim baru dapat mengevakuasi alat tangkap ikan berupa jaring, itupun sudah dalam kondisi rusak karena tersangkut batu karang.

    "Kita tidak bisa membawa semua jaring karena nyangkut di karang-karang. Tepaksa kita potong," kata Bejo Priyono, saat dihubungi Kebumen Ekspres, Selasa (26/9) sore.

    Selain alat tangkap, Tim SAR Lawet Perkasa dan nelayan juga berhasil mengevakuasi perahu yang sudah dalam kondisi hancur. Sedangkan, mesin perahunya hingga Selasa sore belum ditemukan. "Sebenarnya lokasinya termasuk masih dipinggir Pantai Menganti, hanya sekitar 25 meter. Tapi karena batu karang menyulitkan kami mencari mesin yang hilang itu," terang Bejo. (ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top