• Berita Terkini

    Saturday, September 9, 2017

    Mencari Pemilik Kursi Panas Direktur RSUD

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Tak salah sepertinya menyebut posisi Direktur RSUD Kebumen sebagai "kursi panas" diantara jabatan lain yang saat ini tengah dilelang Pemkab Kebumen. Bisa dimaklumi, peran strategis jabatan ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bahkan, seringkali menjadi "sasaran tembak utama" keluhan dan ketidakpuasan publik.

    Posisi direktur RSUD ini terlihat semakin istimewa saat hingga pendaftaran terakhir, tak ada satupun berkas lamaran masuk ke meja Panitia Seleksi (Pansel) yang dibentuk Pemkab Kebumen. Hingga kemudian, untuk menarik minat, pelamar pansel mengumumkan insentif bagi seorang Direktur RSUD Kebumen Rp 50 juta sebulan.

    Kemudian adanya kabar mengejutkan dari Direktur RSUD Kebumen saat ini, dokter Bambang Suryanto yang mengajukan pensiun dini semakin menegaskan hal itu.

    Baca juga:
    (Direktur RSUD dr Soedirman Ajukan Pensiun Dini)

    Terlepas dari apakah sudah ada yang mendaftar atau belum, harapan besar mengiringi siapa yang bakal terpilih nantinya menduduki kursi panas Direktur RSUD Kebumen.

    Betapa krusialnya jabatan Direktur RSUD Kebumen diamini Pemerhati Kebijakan Publik Kabupaten Kebumen, Nuryadi Wulantoro. Apalagi di tengah "tudingan miring", soal kinerja rumah sakit plat merah tersebut.

    Terkait posisi Direktur RSUD Drs Soedirman, Nuryadi mengaku tak terlalu berharap soal siapa nantinya yang terpilih sebagai Direktur RSUD Dr Soedirman Kebumen, mengingat jabatan Direktur RSUD kewenangannya terbatas sehingga sulit diharapkan benar-benar mampu membenahi sistem.


    Pun demikian, adanya lelang jabatan Direktur RSUD Soedirman pun tak ada jaminan akan bebas intervensi. Namun demikian setidaknya, Nuryadi berharap, tim Pansel dapat melibatkan masyarakat dalam proses seleksi ini. Salah satunya, dengan melakukan proses secara terbuka melalui media massa.

    Saya harap seleksi para pejabat disiarkan langsung Ratih Tivi (Stasiun televisi Pemkab Kebumen), agar masyarakat tahu visi misi serta target kerja yang akan dilakukan," ujar Nuryadi.

    Nuryadi mengatakan, banyak yang perlu dibenahi terkait manajemen RSUD dr Soedirman Kebumen . Salah satunya, soal sistem pendaftaran pasien yang justru menjadi faktor pencetus stres pasien.  "Sebaiknya Direktur RSUD yang akan di pilih mampu  merubah sistem pelayanan di RSUD lebih terintegrasi secara digital," katanya.

    Artinya, jelas Nuryadi, jika pasien sudah mendaftar via smartphone, datanya otomatis terkirim ke data BPJS dan langsung ke komputer di ruang klinik. Konter BPJS dihilangkan sehingga pasien datang ke rumah sakit langsung ke klinik yang dituju dan menunggu panggilan dokter.

    Baca juga:
    (Lelang Jabatan Sepi Peminat, Pemkab Janjikan Gaji Rp 50 Juta Perbulan bagi Direktur RSUD)


    Dengan sistem seperti ini, kata Nuryadi, sangat memudahkan pasien dan lebih efisien. Apalagi jika obat - obat yang akan diberikan pasien diserahkan ke klinik masing-masing. "Pasien tidak lagi berkumpul jadi satu untuk antri mengambil obatnya di ruang farmasi. Hal ini sangat memungkinkan karena obatnya itu-itu saja. Bahkan pasien pun bisa di wakilkan  pada istri, saudara atau tetangga," kata Nuryadi yang memiliki pengalaman pribadi soal layanan RSUD itu.

    Terpisah, Pemerhati Kebijakan Kebumen, Achmad Marzoeki dimintai pendapatnya mengatakan, ada harapan besar masyarakat terkait pengelolaan RSUD dr Soedirman Kebumen. Bahkan, Achmad Marzoeki berpendapat, RSUD Dr Soedirman membutuhkan figur pemimpin baru.

    Apalagi belakangan beredar sejumlah nama yang dinilai pantas menduduki jabatan Direktur RSUD Soedirman. Mereka masing-masing Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, dr Rini Kristiani, Kepala Dinas Sosial dan PPKB, dr HA Dwi Budi Satrio, juga sejumlah nama lain seperti dr Imbar Sudarsono , dr Fatah Widodo, dr Chanifudin bahkan Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong, dr Ibnu Nasher.

    "Yang jelas menurut saya yang sudah pernah menjabat Direktur RSUDS ya nggak usah ikut lelang lagi. Biar ada regenerasi. Selain itu semangat orang dalam menjalani tugas baru dengan mengulang kembali tugas lama akan berbeda. Lebih bisa diharapkan yang baru untuk melakukan perbaikan," katanya.

    Terlepas dari siapa yang nantinya akan terpilih sebagai Direktur RSUD Dr Soedirman, Achmad Marzoeki menekankan mengenai 4 kompetensi yang harus dimiliki sang Direktur. Yakni pengelolaan SDM, aset, obat-obatan, dan keuangan.

    Kemampuan manajemen, jelas Achmad Marzoeki, artinya Direktur RSUD DR Soedirman harus mampu mengelola aset dan bisa mengoptimalkannya. Aset dimaksud meliputi
    gedung dan fasilitasnya maupun peralatan medis.

    Tak kalah penting, Direktur RSUD harus memiliki kemampuan manajemen pengelolaan obat-obatan untuk menjamin dukungan layanan medis yang prima sehingga bisa mengantisipasi kebutuhan obatan yang dibutuhkan pasien. Tak kalah penting, kemampuan manajemen pengelolaan keuangan dalam rangka terselenggaranya pelayanan prima.

    Terlepas dari itu, pria yang akrab disapa Kang Juki itu mendorong Tim Seleksi direktur RS dr Soedirman Kebumen agar lebih jauh menggali kemampuan para peserta lelang. "Kalau sekadar test tertulis, psiko test, presentasi dan wawancara baru menggali kemampuan kognitif saja.  Karena itu Tim Seleksi perlu merumuskan mekanisme seleksi  yang mampu mengeksplorasi kemampuan peserta lelang, agar siapa yang nanti terpilih bisa mewujudkan harapan masyarakat terhadap RSUDS," demikian Achmad Marzoeki.

    Harapan sama dikemukakan para wakil rakyat di DPRD Kebumen. Komisi A melalui juru bicara, Qoriah Dwi Puspa, dalam Rapat Paripurna, Rabu (30/8) mendesak Pemkab Kebumen untuk melaksanakan perekrutan jabatan Eselon II yang dilakukan secara lelang jabatan dengan transparan.

    "Komisi A meminta kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Kabupaten Kebumen agar dalam melakukan rolling atau mutasi pegawai disesuaikan dengan kompetensi ASN dan jabatan yang akan di jabatnya." kata Puspa, membacakan laporan Komisi A yang membidangi Pemerintahan dan Hukum.

    Sementara itu, Direktur RSUD dr Soedirman Kebumen, dr Bambang Soeryanto dalam siaran dialog interakhtif di Ratih Tivi, Selasa malam (29/8) mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan layanan di rumah sakit. Seperti membuka pos aduan layanan, juga mempermudah pasie dalam pendaftaran dengan menggunakan aplikasi online. Di saat bersamaan, mengupayakan agar RSUD Dr Soedirman menjadi rumah sakit rujukan dan kebanggaan masyarakat Kebumen.

    Di saat bersamaan, Dewan Pengawas RSUD dr Soedirman, dr M Khanifudin MHKes menyatakan rasa optimismenya RSUD akan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sejumlah persyaratan sudah terpenuhi, seperti gedung hingga SDM yang berkualitas. Terlebih suda ada komitmen dari Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, agar RSUD Kebumen bisa memberikan layanan prima dan paripurna bagi masyarakat.

    "Yang diperlukan saat ini adalah chemistry (sinergi) antara dewan pengawas dan direktur. Bila itu sudah bisa dilakukan, haqul yakin lebih dari 100 persen, RSUD Kebumen akan mampu memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kebumen sehingga tak ada lagi warga Kebumen yang berobat ke luar kota," demikian Chanifudin.

    Ketua Pansel Lelang Jabatan, Mahmud Fauzi masih optimis Direktur RSUD Soedirman Kebumen akan terisi pada waktunya. Pihaknya telah menyosialisasikan ini kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait. (ori/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top