• Berita Terkini

    Tuesday, September 19, 2017

    Libatkan Polisi, Rumah Mbah Surip Akhirnya Dibangun

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Penderitaan Mbah Surip (80), warga Desa Jagasima Kecamatan Klirong yang selama puluhan tahun hidup di gubug reot tak layakhuni bakal segera berakhir. Ini setelah gubug yang tinggal menunggu ambruk itu dibongkar total untuk dibangun ulang, Selasa (19/9/2017).

    Proses pembangunan rumah Mbah Surip dilakukan oleh warga setempat, anggota Grup Sedulur Kebumen serta Satlantas POlres Kebumen. Dua nama terakhir memang menjadi inisiator bedah rumah nenek yang tinggal di Dusun Tinayan RT 02 RW 01 Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong ini. Tak hanya sekedar urun tenaga, mereka bersama donatur lain juga menyumbang uang dan material bangunan.

    Mulai kayu, semen, genteng, pintu dan jendelahingga asbes untuk atap bangunan. Pantauan Ekspres di  lapangan, pembongkaran rumah Mbah Surip dimulai sejak Senin (18/9) dilanjutkan pagi hari kemarin.

    Nampak di lokasi Kepala Desa Sokhibun beserta warga dan sejumlah anggota Grup Sedulur Kebumen sepertiKetua Banser Kebumen Juni Awaludin dan anggotanya.
    Bahkan Kasatlantas AKP Suryo Wibowo bersama KBO Iptu Sugito, Kanit Reg Ident Iptu Tejo Suwono dan anggota Polantas ikut ‘kerigan’ membongkar gubug Mbah Surip.


    Dengan penuh semangat, mereka membongkar satu persatu bagian rumah Mbah Surip. Dinding yang terbuat dari gedek juga dilepas. Begitu pula bagian atap yang
    ambrol dan kayu penyangga yang keropos.

    Dalam hitungan jam, pembongkaran selesai. Selanjutnya mulai dilakukan pembangunan dengan memasang tiang rumah yang terbuat dari besi. Hingga sore kemarin, atap bangunan juga sudah terpasang.

    Kasatlantas AKP Suryo Wibowo menuturkan, rumah Mbah Surip akan direhab menjadi rumah permanen dengan dua kamar tidur. Untuk ukuran bangunan mengacu bangunan lama yakni 7×5 meter. “Kita targetkan satu minggu sudah siap dihuni,” kata AKP Suryodisela-sela kerja bakti.

    Suryo bertutur, bedah rumah ini merupakan bakti sosial sekaligus kepedulian terhadap sesama dalam rangkaian HUT Polantas ke 62 Polres Kebumen. Selain rumah Mbah Surip, rencananya ada dua rumah warga lain yang juga turut direnovasi karena kondisinya yang memprihatinkan.

    “Alhamdulillah kami tidak sendirian. Ada komunitas lintas tokoh yang tergabungdalam Grup Whatsapp SedulurKebumen yang ikut nyengkuyung. Bahkan donasi
    dana dan material dari rekan Sedulur Kebumen sungguh luar biasa,” ucap Suryo.

    Kepala Desa Jagasima Sokhibun menyambut gembira bedah rumah salah satu warganya. Dia menjelaskan jika rumah Mbah Surip sebetulnya sudah pernah mendapat
    alokasi anggaran dari pemerintah untuk bedah rumah.

    Namun ada pihak keluarga Mbah Surip yangmenolak bantuan itu dengan berbagai alasan. “Jadi bukannya kita membiarkan tapi memang kondisinya seperti itu,” imbuhnya.

    Kanit Reg Ident Iptu Tejo Suwono mengakui hal tersebut. Untuk meluluhkan hati Udin, putra Mbah Suripyang menolak renovasi, Tejo mengaku sudah melakukan
    pendekatan secara personil.

    Bahkan Udin diundang langsung ke kantor Iptu Tejo. “Disana kita ngobrol dari hati ke hati, alhamdulillah akhirnya dia luluh dan membolehkan rumah ibunya
    diperbaiki,” kata Tejo.

    Sebelumnya, kondisi rumah Mbah Surip yang nyaris ambruk tanpa sengaja ditemukan Kasatlantas AKP Suryo Wibowo saat blusukan membagikan paket sembako kepada
    warga setempat. Kebetulan  salah satu penerima sembako adalah Mbah Surip. Melihat kondisi rumah itu, AKP Suryo merasa trenyuh dan tergerak untuk memperbaiki. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top