• Berita Terkini

    Sunday, September 17, 2017

    Kenalkan Ibadah Haji sejak Dini, LPIT Al Furqon Ajak Siswanya Manasik

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Sedikitnya 700 siswa mengikuti keagitaan manasik haji yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Islam Terpada (LPIT Al Furqon) Kambalan Kembangsawit Ambal. Manasik yang dilaksanakan di halaman PT Pertani Unit Produksi Benih Kutowinangun itu, diikuti oleh siswa dari Kelompok Bermain (KB) hingga SMP, Sabtu (16/9/2017).

    Para siswa yang mengikuti manasik, terdiri dari Taman Pendidikan Islam  Terpadu (TKIT) Al Furqon, Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT) Al Furqon, Raudatul Athfal Islam Terpadu (RAIT) Al Furqon, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Furqon dan Sekolah Menegah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Furqon.

    Selain itu terdapat pula peserta dari Kelompok Bermain Desa Kaibon Ambal. “Dalam manasik ini peserta dibagi menjadi 27 kloter,” tutur Ketua pelaksana Asep Supriyanto MAg disela-sela memandu jalannya manasik.

    Dijelaskannya, salah satu dari keunggulan dari Lembaga Pendidikan Islam Terpadu yakni penerapan Rukun Islam kepada para siswa.  Rukun Islam yang terdiri dari Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa dan Haji benar-benar dilaksanakan pada lingkungan sekolah. Untuk Sholat dilaksanakan dengan menjalankan Sholat Dhuha bersama.

    Sedangkan pelaksanaan zakat dilaksanakan pada pawai taaruf, dimana siswa sendiri yang memberikan zakat kepada warga yang berhak menerima zakat. “Adapun untuk Rukun Islam yang kelima yakni haji, dilaksanakan dengan kegiatan manasik. Ini rutin dilaksanakan setiap tahun,” terangnya.

    Dari pantauan Ekspres, meski suasana tergolong panas, namun para siswa tampak sangat antusias untuk mengikuti kegiatan manasik. Dengan pakaian mengenakan ihrom, para siswa mengikuti secara step by step  pelaksanaan manasik dengan baik.

    Kegiatan manasik mengambarkan pelaksanaan Ibadah Haji sesungguhnya yang dimulai dari pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah. Setelah itu para siswa jamaah haji akan berjalan menuju Muzdalifah untuk Mabit. Setelah Mabit perjalanan dilanjutkan untuk melempar Jumroh. Setelah itu berjalan menuju mina dan diteruskan ke Makah untuk melaksanakan Thawaf. “Setelah itu dilaksanakan berdoa di Hijir Ismail dan Maqam Ibrahim,” jelasnya.

    Pelaksanaan manasik tidak hanya sampai disitu saja, para siswa juga mempraktikkan pelaksanaan Syai, yakni berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwah. Setelah itu para siswa berkumpul untuk meminum air zam-zam. “Karena merupakan Rukun Islam, maka Ibadah Haji wajib bagi umat muslim yang mampu,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top