• Berita Terkini

    Kamis, 24 Agustus 2017

    Temui Petani Tembakau, Ganjar Salurkan Bantuan

    TEMANGGUNG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada petani tembakau agar meningkatkan kualitas tembakau, sehingga tembakau bisa mempunyai nilai jual yang tinggi.


    “Kualitas harus di tingkatkan, jika kualitas baik pabrikan pasti mau membelinya,” katanya saat memberikan bantuan kepada kelompok tani di Dusun Losari Desa Logede Kecamatan Tlogomulyo, Rabu (23/8) siang

    Ia juga meminta agar petani jangan menyerah, sebab dirinya akan selalu berusaha memohon kepada pemerintah agar di waktu panen tembakau tiba, pemerintah tidak membuka kran impor tembakau dari luar.

    “Saya terus memohon dan meminta agar pemerintah tidak lagi membuka impor tembakau dari luar negri, agar petani tembakau mendapatkan harga hasil panen yang baik saat panen raya tiba,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo memberikan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan sebesar Rp6,6 miliyar untuk membantu memenuhi kebutuhan para petani tembakau di Kabupaten Temanggung.

    Bantuan tersebut antara lain berupa hand tractor, kultifator, alat pencacah pupuk organik, kendaraan roda tiga, serta pupuk yang diserahkan secara simbolis kepada anggota kelompok tani penerima bantuan tersebut.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa kunjungannya ke berbagai kota/kabupaten ini dalam rangka pengecekan lapangan agar mengetahui secara pasti apa saja kebutuhan petani di daerah.

    “Saya hanya ingin tahu seperti apa kondisi petani daerah dan mengetahui sebenarnya apa saja yang dibutuhkan mereka. Sejauh ini mereka masih membutuhkan bantuan berupa pupuk, peralatan tani, hingga pelathian-pelatihan,” katanya.

    Ganjar berharap agar para petani dapat memanfaatkan dan memelihara seluruh bantuan Pemprov Jateng sebaik mungkin. Selain itu, ia juga meminta seluruh petani untuk membuka diri kepada pemerintah melalui ajang komunikasi apabila dalam perjalanannya menemui sebuah hambatan.

    Pasalnya, pemerintah tengah serius untuk membentuk pola petani mandiri  berkualitas yang dapat mencukupi beragam kebutuhan sendiri tanpa menggantungkan pihak-pihak lain.

    Oleh sebab itulah, pihaknya meminta agar setiap kelompok tani untuk mendata nama anggota, jenis tanaman, serta apa saja yang mereka butuhkan untuk memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi bantuan secara tepat guna dan tepat sasaran.

    “Kami ingin membantu agar petani mandiri dalam mencukupi segala kebutuhan. Baik itu pupuk maupun bibit tanaman. Ini contohnya, bantuan alat pencacah pupuk organik yang kami berikan dapat dimanfaatkan untuk memproduksi pupuk alami yang memiliki keunggulan menjaga tanah tetap subur dalam jangka waktu panjang meski berkali-kali dijadikan media lahan tanam,” ujarnya.

    Bahkan, Ganjar menjanjikan bagi siapa saja petani yang intens menggunakan pupuk organik akan mendapatkan reward khusus sebagai sebuah stimulan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi pupuk buatan pabrikan.

    “Tak hanya tembakau, kalau petani Temanggung bisa menanam bawang putih secara mandiri. Saya yakin, Indonesia tidak perlu impor barang dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan nasional,” tegasnya.

    Gubernur menambahakan, pihaknya akan selalu mendengarkan apa yang dikeluhkan para petani dan yang dibutuhkan petani serta akan selalu memantau apa yang diberikan kepada petani.
    “Dengan adanya bantuan yang diberikan kepada para kelompok tani semoga bisa bermanfaat dan dapat mendukung para petani dalam bercocok tanam akan menghasilkan hasil panen yang bagus dan dapat mendapatkan harga yang mahal,” tutupnya.(Set)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top