• Berita Terkini

    Tuesday, August 22, 2017

    Soal Kawasan Industri, Bupati Kebumen Diminta Bebas Intervensi

    fotosaefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Seiring dengan pembangunan Jaringan Jalan Lintas Selatan Selatan (JJLS) di wilayah selatan, Kebumen mulai mempersiapkan kawasan industri. Terkait hal ini, Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, diminta bertanggung jawab sepenuhnya membela kepentingan masyarakat dan bebas intervensi. Adanya rencana pembangunan kawasan industri inipun diharapkan tidak sekedar bersifat politis.

    Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Perangkat dan Kepala Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Kebumen, Widodo Sunu Nugroho menanggapi rencana kawasan industri di wilayah Selatan Kebumen.

    Widodo Sunu Nugroho mengatakan, dalam setiap kebijakan, Pemerintah seharusnya melakukan persiapan matang sebelum mengeluarkan statemen soal itu.  Terutama, soal keterlibatan masyarakat dari awal sosialisasi hingga nanti setelah beroperasi.

    Tak kalah penting, Widodo Sunu  meminta Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad benar-benar membela kepentingan masyarakat Kebumen. Sehingga rencana kawasan industri tak sekedar bernuansa politis apalagi ada intervensi dari Pemprov Jateng dalam hal ini Gubernur Ganjar Pranowo.

    "Saya harap Bupati benar-benar membela kepentingan rakyat dan rencana kawasan industri murni untuk kepentingan masyarakat bukan karena intervensi," tegas pria yang juga Kepala Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit tersebut.

    Baca juga:
    (Wilayah Selatan Kebumen Bakal Dijadikan sebagai Kawasan Industri)


    Bahkan Sunu berpendapat, masih ada sektor penting yang harus digarap di wilayah selatan Kebumen selain soal sektor industri. Sektor itu, yakni pertanian. "Kawasan industri sebaiknya dibangun di atas lahan yang bukan produktif. Kalau benar lokasi kawasan industri akan dibangun di Kecamatan Petanahan, Pemerintah harus melihat apakah lahan itu lahan pertanian atau bukan," ujarnya.

    Ungkapan senada diungkap Rektor Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, Profesor Sumaryoto yang asal Kebumen. Sumaryoto mengatakan, pembangunan kawasan industri di wilayah selatan harus melalui kajian yang benar-benar matang dan dihitung untung dan ruginya.

    Baca juga:
    (Rencana Pembangunan Kawasan Industri Kebumen Mulai Digodog)

    Juga, harus benar-benar berpihak kepada masyarakat dan bukan sekedar bertujuan politis. Kawasan industri pun sebaiknya dibangun di atas lahan non produktif, untuk meningkatkan manfaat lahan tersebut. "Kalau kawasan industri dibangun di atas lahan produktif seharusnya ya jangan," kata Sumaryoto.

    Sebelumnya,Kepala Bappeda Kebumen, Djoenedi Fatkhurrohman, mengatakan pembangunan kawasan industri merupakan terobosan BUpati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad  menangkap kebijakan pusat seperti tertera dalam rencana tata ruang dan tata wilayah Pemprov Jawa Tengah seiring dengan pembangunan Jaringan Jalan Lintas Selatan-Selatan (JJLS) yang saat ini dikerjakan di bagian Jawa Tengah bagian selatan, termasuk di Kebumen.

    Disana disebutkan Pemprov merekomendasikan pembukaan pelabuhan, kawasan industri di wilayah Barlingmascakeb (Banyumas Purbalingga Banyumas, Cilacap, dan Kebumen). Salah satunya pembangunan kawasan industri 1,5. Satu kemungkinan Cilacap, adapun yang 0,5 kemungkinan di diantara Kebumen dan Purworejo.

    Bapppeda Kebumen, kata Djoenedi, tengah melakukan persiapan. Proses terus berjalan bahkan berharap kawasan industri itu bisa direalisasikan pada tahun 2019 mendatang. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top