• Berita Terkini

    Sunday, August 13, 2017

    Sepeda Onthel Hadirkan Nuansa Tempo Dulu di Benteng Van Der Wijck

    fuadhasyim/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Nuansa 'tempo doeloe' mendadak terasa kental menyelimuti kompleks Benteng Van Der Wicjk Gombong, Minggu pagi (13/8/2017). Ini karena hadirnya ribuan pecinta sepeda onthel tua dari berbagai penjuru nusantara di benteng yang dibangun Belanda pada tahun 1818 tersebut.

    Mereka datang ke Gombong dengan membawa sepeda tua keluaran tahun 1930 sampai 1950an seperti Fongers, Lobe dan Gazelle buatan Belanda. Aroma tempo dulu kian terasa karena kostum maupun atribut yang mereka kenakan khas pejuang era kemerdekaan. Baik itu baju pejuang, peci, topi bundar, celana pendek selutut dengan kaos kaki panjang bahkan ada yang mengenakan pakaian ala Presiden Soekarno. Tak lupa pekik "merdeka" juga ribuan kali menggema di benteng yang khas dengan warna merahnya tersebut.

    Hebatnya lagi, pecinta sepeda tua ini tak didominasi kaum lanjut usia. Tua muda membaur menjadi satu menunggangi sepeda onthel jadul. Tak ayal event bertajuk “Onthel Kemerdekaan” ini pun disambut antusias masyarakat yang memadati sepanjang jalur parade sepeda dengan rute mengelilingi Kota Gombong sejauh lima kilometer.

    Acara yang dibuka Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad ini diikuti berbagai komunitas sepeda tua dari berbagai daerah di Indonesia. Terutama dari Pulau Jawa, Sumatera dan Bali.

    Ketua Komunitas Sepeda Tua Kebumen yang Ketua Panitia Onthel Kemerdekaan, Agus Pamuji mengatakan, Selain sebagai ajang silaturahmi Komunitas Pecinta Sepeda Tua seluruh Indonesia, Onthel Kemerdekaan juga untuk memeriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

    Disisi lain, ajang ini juga untuk menghargai keberadaan sepeda tua yang ikut andil dalam perjuangan bangsa Indonesia.

    “Jaman perjuangan merebut kemerdekaan dulu tak bisa lepas dari alat transportasi sepeda ontel ini,” jelas Agus.

    Karena itulah, kata Agus, sepeda onthel kuno sebagai alat transportasi tradisional dan perjuangan harus dilestarikan sebagai salah satu cara untuk menghargai dan menjaga sebuah tradisi atau sejarah.

    Sukarno dan Jarot, pecinta sepeda tua asal Sragen yang mengaku bangga dan senang dengan mengikuti kegiatan Onthel Kemerdekaan yang diadakan di Gombong ini. Selain bisa berkumpul dan saling sapa dengan para komunitas sepeda tua dari seluruh Indonesia, yang biasanya hanya dilakukan melalui dunia maya, kegiatan ini juga untuk memeriahkan hari Kemederkaan Indonesia, sekaligus mengenang jasa para pejuang dalam merebut kemerdekaan.

    “Minimal saya bisa terbawa suasana tempo dulu dengan berpakaian pejuang dan mengayuh sepeda tua peninggalan eyang buyut saya,” ujar Sukarno yang menggunakan pakaian pejuang warna coklat dengan topi helmnya.

    Selain pawai sepeda onthel, digelar pula pameran serta bazar dan pasar klithikan menghadirkan berbagai macama barang lawas atau barang-barang zaman dahulu, serta macam-macam onderdil sepeda onthel yang jarang diperjualbelikan saat ini.

    Pada saat bersamaan juga digelar acara Sinau Bareng Gazelle, sebagai peringatan 125 tahun produksi Sepeda Gazelle asal Belanda. (has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top