• Berita Terkini

    Kamis, 03 Agustus 2017

    Program TMMD Akan Dilaksanakan Tiga Kali Setahun

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Keberhasilan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), telah nyata dapat dirasakan oleh masyarakat ataupun pemerintah daerah.  Dengan keberhasilan tersebut Pemda dan masyarakat meminta agar Program TMMD ditambah.

    Berdasarkan permintaan dan keinginan masyarakat itulah pada tahun anggaran 2017 ini, terjadi perubahan program TMMD yang semula dua kali dalam setahun kini menjadi tiga kali.

    “Hal itu sesuai dengan Surat Menteri Dalam Negeri RI kepada Gubernur serta Bupati/Walikota Nomor 140/174/SJ tanggal 16 Januari 2017, tentang Penambahan kegiatan program TMMD dari 2 kali menjadi 3 kali dalam setahun,” tutur Penanggung Jawab Operasional TMMD, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam sambutan yang dibacakan oleh Dandim 0709/Kebumen Letkol Kaveleri Suep SIP, saat upacara penutupan TMMD ke-99, Rabu (2/8/2017) di lapangan Desa Wonoharjo Kecamatan Rowokele.

    Turut hadir kemarin,  Wakil Bupati Kebumen KH Yazid Mahfud dan Ketua DPDR Kebumen Cipto Waluyo SKep Ners. Upacara juga diikuti ratusan peserta dari unsur  juga  Forkopimda serta Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen. Ucacara juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian Kuda Lumping.

    Program TNI Manunggal Membangun Desa telah dimulai sejak tahun 1980-an. Kala itu disebut dengan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, Program TMMD yang telah berlangsung selama kurang lebih 37 tahun tersebut, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Pasalnya Program TMMD masih sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan. “Dengan demikian keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang,” papar Dandim 0709/Kebumen Letkol Kaveleri Suep SIP, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap Dua 2017.

    Dijelaskannya, pelaksanaan TMMD di Desa Wonoharjo berlangsung selama 1 bulan. Ini terhitung sejak 4 Juli 2017 lalu. Dalam Program TMMD  kali ini, keberhasilan melaksanakan empat  kegiatan fisik dan 12 kegiatan non fisik. Adapun empat kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan rabat beton, pembuatan plat deker, pembangunan talud dan perbaikan 5 rumah tidak layak huni.

    “Rawatlah dan jagalah serta peliharalah bangunan yang telah dibuat. Semangat kebersamaan dan kemanunggalan yang telah tercipta antara TNI dan rakyat harus terus terpelihara. Jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” pesannya.

    Upacara penutupan juga dilengkapi dengan kegiatan bakti sosial. Ratusan masyarakat serbu pasar murah yang menjual sembako dan pembagian baju layak pakai gratis. Kegiatan bakti sosial di halaman desa setempat. Pada kegiatan itu, terdapat 150 paket sembako murah, masing-masing senilai Rp 50 ribu rupiah dan dijual dengan harga setengahnya . Selain itu terdapat juga kurang lebih 638 baju layak pakai  yang habis diserbu warga. Dalam bakti sosial juga dilaksanakan pengobatan gratis serta pemasangan alat kontrasepsi  gratis. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top