• Berita Terkini

    Sabtu, 12 Agustus 2017

    Permadani Kebumen Kembali Buka Pendaftaran Pawiyatan Pranatacara

    Drs Wuryanto MMPd
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)– Dewan Pengurus Daerah Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (DPD Permadani) Kebumen akan menggelar pranatacara dan pawedarsabda (kursus pembawa acara dan pidato Bahasa Jawa) XIV tahun 2017. Kegiatan itu rencananya akan dilaksanakan di Aula Dinas Kepemudaan dan Olah Raga dan Pariwisara (Porapari) Kebumen pada 2 September hingga 4 Februari mendatang.

    Kursus pembawa acara dan pidato Bahasa Jawa dilaksanakan oleh Permadani dalam rangka membantu pemerintah melestarikan budaya Jawa/Indonesia, khususnya menumbuhkembangkan Kebudayaan Jawa/Nasional. Adapun kursus dilaksanakan untuk pelajar SLTA/Umum.

    Ketua DPD Permadani Kebumen Drs Wuryanto MMPd menyampaikan, pendaftaran untuk mengikuti kursus tersebut bertempat pada Dinas Pendidikan Kebumen, Kantor Kecamatan Petanahan, UPTD Dinas Pendidikan Kutowinangun, Kelurahan Bumirejo Kebumen, dan Ketua HARPI Melati Kebumen. “ Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2017,” tuturnya, Jumat (11/8/2017).

    Wuryanto yang merupakan Pensiunan Sekretaris Dinas Porapari Kabupaten Kebumen menjelaskan, dalam Pawiyatan Pranatacara dan Pawedarsabda Bregada XIV peserta akan memperoleh materi 12 materi. Adapun beberapa materi tersebut yakni, Kepermadanian, Budi Pekerti, Bahasa Jawa Tuwin Satstra, Kepanatacaran, Renggeping Wicara, Adat Tata Cara Jawi, Sekar lan Gendhing, Ngedi Busana lan Ngedi Sarira, Padhuwungan, Sekar Setaman, Momotan Lokal dan Gleden. “Para peserta juga akan mendapatkan buku materi pokok (Gegaran Baku Pawiyatan) dan snack selama pelatihan,” paparnya.

    Peserta yang mengikuti kursus, lanjutnya, diharapkan tidak hanya dapat menjadi pembawa acara saja, tetapi juga melestarikan dan menjaga Bahasa Jawa yang saat ini meredup. Terlebih dengan adanya perkembangan teknologi serta arus globalisasi.

    Selain itu Pemkab Kebumen kini juga telah menerapkan penggunaan Bahasa Jawa setiap Kamis, menyusul adanya Surat Edaran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Selain menerapkan penggunaan Bahasa Jawa saat rapat-rapat, setiap Kamis juga menggunakan bahasa yang adi luhung tersebut dalam berkomunikasi serta bercakap-cakap. "Diharapkan agar anak-anak muda juga ikut pawiyatan pranatacara dan pawedarsabda," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top