• Berita Terkini

    Rabu, 02 Agustus 2017

    Penentuan Hari Jadi Kebumen kini Berada di Tangan Pemkab

    sudarno ahmad/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Rencana merevisi Hari Jadi Kabupaten Kebumen telah memasuki tahap Focus Group Discussion (FGD) yang terakhir. Pada FGD terakhir di Ruang Jatijajar Komplek Pendopo Bupati Kebumen, Selasa (1/8/2017), guna bahan penyusunan Naskah Akademik (NA). Sebagai lampiran pada draft raperda perubahan Hari Jadi Kabupaten Kebumen yang akan disampaikan ke DPRD untuk membahasnya.

    Peneliti Pusat Studi Kebudayaan UGM, Danang Indra Prayuda, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan penelitian terkait Hari Jadi Kabupaten Kebumen. "Saat ini kewenangannya ada di Pemkab Kebumen," kata Danang Indra Prayuda.

    Kabag Pemerintahan Setda Kebumen, Asep Nurdiana, menjelaskan setelah penyusunan NA Pemkab Kebumen akan mengusulkan agar Raperda tentang perubahan Hari Jadi dapat dibahas pada masa sidang terakhir tahun ini. "Kita harapkan bisa selesai tahun ini," ujar Asep.

    Namun, kalau ternyata belum dapat dibahas tahun ini, maka peringatah Hari Jadi Kabupaten Kebumen akan tetap dilaksanakan pada 1 Januari. "Kita berharap ada komunikasi politik antara bupati dengan DPRD agar bisa dibahas di akhir tahun ini," imbuhnya.

    FGD yang dimoderatori oleh Asisten 1 Sekda Sabar Irianto, menghadirkan pembicara dari Pusat Studi Kebudayaan  UGM Yogyakarta. Selain itu hadir para budayawan, pemerhati sejarah Kebumen, akademisi, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Tampak Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Pekik Sat Siswonirmolo.

    Sementara itu, Pusat Studi Kebudayaan UGM, merekomendasikan tiga pilihan sebagai pengganti Hari Jadi Kabupaten Kebumen saat ini.

    Yakni asal mula lahirnya Kebumen dilacak dari berdirinya Panjer. Menurut sejarahnya Panjer berasal dari tokoh yang bernama Ki Bagus Bodronolo.

    Sedangkan yang kedua, dilacak sejarahnya dari munculnya nama Kebumen yang pertama kali. Adalah adanya tokoh Kyai Pangeran Bumidirjo (Babad Arungbinang). Kyai Pangeran Bumidirjo sampai di Panjer dan mendapat hadiah tanah di sebelah utara Sungai Luk Ulo. Pada tahun itu juga dibangun padepokan yang kemudian di kenal dengan nama daerah Ki Bumi atau Ka-Bumi-An, yang kemudian menjadi Kebumen.

    Berdasarkan penelitian Pusat Studi Kebudayaan UGM, diketahui penyebutan pertama kali nama Kebumen setelah dilakukan pelacakan pada cacatan Belanda. Sumber yang mencatat keberadan Kebumen untuk pertama kalinya adalah Almanak en Nanreeregister Neerrlandsch Indie tahun 1832.

    Dari dua catatan yang ditulis dalam almanak tersebut, dapat diketahui bahwa pada tahun 1831 belum muncul nama Kebumen. Namun demikian, nama Arungbinang sudah disebut sebagai regent atau bupati Kutowinangun.

    Penyebutan Kebumen muncul pertama pada Almanak bertahun 1832, dimana Arungbinang dicatat sebagai regent atau bupatinya.

    Melalui catatan tersebut, kata dia, dapat diketahui bahwa penggunaan nama Kebumen mulai muncul antara tahun 1831 dan 1832. Jika dikaitkan dengan folklore lokal setempat, dicatat bahwa Arungbinang dilantik sebagai Bupati Kebumen pada 22 Agustus 1831.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top