• Berita Terkini

    Friday, August 18, 2017

    Dijumpai Pondasi Retak Pada Kejadian Runtuhnya Tembok Pasar Induk Kajen Pekalongan

    MUHAMMAD HADIYAN
    PEKALONGAN- Ternyata ada empat pilar pondasi di Pasar Induk Kajen, Kabupaten Pekalongan yang retak dan runtuh pada bagian lapisan luarnya hingga terlihat kerangka besi di dalamnya. Kejadian runtuhnya tembok yang sempat menggegerkan para pedagang dan pengunjung pasar karena dikira gempa itu, sampai saat ini telah ditinjau oleh Pihak Dinperindag Kabupaten Pekalongan dan UPT pasar setempat.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pekalongan, Ir Hurip Budi Riyantini mengatakan, memang benar ada sekitar tiga sampai empat pilar yang temboknya lapisan luarnya mengelupas. Namun, sampai saat ini kondisinya masih aman dan tak perlu dikhawatirkan.
    "Sampai sekarang, tinjauan masih aman. Pedagang maupun pembeli tak perlu khawatir," kata Riyantini, kemarin (18/8).

    Saat ini pembangunan pasar tersebut masih dalam masa tenggat perawatan oleh pihak investor atau rekanan. Sehingga, perbaikan kerusakan pada pondasi tersebut masih ranah rekanan proyek pembangunan Pasar Induk Kajen.

    "Kami sudah melaporkan kerusakan pada pondasi itu kepada pihak investor terkait, agar segera ditindaklanjuti. Harapannya dapat segera diperbaiki agar bisa lebih nyaman," ungkap dia.

    Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada pondasi di lantai satu itu, pihaknya juga menugaskan petugas di pasar untuk melarang kendaraan masuk ke area utara lantai dua pasar tersebut.

    "Kita larang, karena memang sebenarnya tidak diperbolehkan kendaraan masuk ke dalam areal pasar. Terlebih di sebelah utara lantai dua," tandasnya.
    Seperti diberitakan sebelumnya, lapisan luar pondasi Pasar Induk Kajen Kabupaten Pekalongan runtuh pada Selasa lalu. Kondisi ini sempat membuat pedagang merasa was-was karena disangka telah terjadi gempa.

    Pantauan Radar, beberapa tembok pondasi runtuh hingga terlihat kerangka besi yang tertanam di dalamnya. Info yang terhimpun, runtuhnya pondasi itu terjadi tepatnya pukul 2 siang, dimana sejumlah pedagang masih berada di lokasi. Sehingga sempat membuat suasana gaduh dan sejumlah pedagang berteriak 'gempa'.
    Nita (32), salah seorang penjual sembako yang los dagangannya berada tepat di samping pondasi retak tersebut mengungkapkan, dirinya sempat kaget ketika tiba-tiba tembok pondasi runtuh. Sebab, hal itu terjadi begitu saja sehingga beberapa penghuni pasar yang berada dekat lokasi mengira telah terjadi gempa.
    "Kemarin itu saya kira gempa.Sempat teriak 'gempa... gempa'. Sedangkan di lantai dua tidak terjadi apa-apa. Posisi di lantai dua adalah tempat penjualan ikan," kata Nita menceritakan ulang kejadian tersebut. (yan)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top