• Berita Terkini

    Thursday, August 17, 2017

    Bupati Kebumen Dukung Enam Hari Sekolah

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Bupati Kebumen, Mohammad Yahya Fuad, mendukung enam hari sekolah. Kendati demikian jika ada sekolah yang menginginkan untuk melaksanakan program lima hari sekolah Full Day School (FDS) maka harus meminta ijin kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kebumen.

    Hal itu disampaikan saat audiensi dengan pengurus PCNU Kebumen.  Acara audiensi  yang dilaksanakan di ruang Jatijajar Pendapa Bupati tersebut, dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Bupati dan Jajaran Orgasisasi NU Kebumen. Beberapa organisasi NU diantaranya PCNU, Muslimat, Fatayat, Banser, PMII, RMI dan MWC NU se Kabupaten Kebumen. Hadir pula pada audiensi tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kebumen H Ahmad Ujang Sugiyono SH berserta sekretaris dan Kabid Dikdas Agus Sunarto MPdI, Rabu (16/8/2017).

    “Sepanjang tidak bertentangan dengan perundang-undangan yang ada, maka sekolah dilaksanakan seperti biasa yakni enam hari. Jika ada sekolah yang hendak menerapkan lima hari maka harus ijin kepada Dinas Pendidikan untuk diverifikasi kelayakannya,” tuturnya.

    Dalam pertemuan itu, beberapa perwakilan NU menyampaikan keprihatinannya terkait dengan, adanya penerapan FDS yang merupakan implementasi dari Permendikbud No 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Keprihatinan yang disampaikan meliputi, jika penerapan FDS dilaksanakan maka para siswa akan kesulitan belajar mengaji.

      Pasalnya setelah mengikuti sekolah hingga sore,  tentunya anak-anak sudah lelah dan tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan enggan untuk mengaji di masjid, mushola maupun TPQ yang ada di desa. Selain itu FDS juga akan menjauhkan komunikasi antara orang tua dan anak. “Melihat banyaknya dampak yang kurang baik maka sebaiknya FDS tidak dilaksanakan,”  kata Siti Anisah, perwakilan Muslimat NU Kebumen.

    Katib Syuriah PCNU Kebumen Salim Wadzy MPdI menyampaikan, kebijakan sekolah sehari penuh (8 jam) tidak bisa dilaksanakan di Kebumen, sebab dapat mengganggu tercapainya Visi Misi Bupati yakni religius. Selain itu kondisi satuan pendidikan juga masih dibawah standar.

    Hal ini sebagaimana yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sadang. “Mushola SMP Negeri 1 Sadang hanya berukuran 7 x 8 meter. Selain itu jumlah kran untuk wudhu hanya 8, dan hanya berfungi 4 saja. Melihat kapasitas itu jelas sangat tidak ideal, melihat jumlah siswa 300 orang dan waktu istirahat hanya 40 menit. Melihat banyaknya dampak tersebut, maka sebaiknya FDS tidak dilaksanakan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top