• Berita Terkini

    Thursday, August 17, 2017

    200 Warga Kebumen Jadi Korban Agen Perjalanan First Travel

    ILUSTRASI
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sepi dari sorotan, gegeran penipuan agen perjalanan First Travel terhadap para calon jemaah umrah ternyata 'memakan' korban warga Kebumen. Yang mencengangkan, jumlahnya cukup banyak yakni sekitar 200 orang.

    Mereka berasal dari beragam kalangan. Dari masyarakat umum, tokoh masyarakat, PNS, Perwira Polisi hingga mantan Kepala Dinas di Kota Beriman. Tak heran, kejadian ini membuat mereka rata-rata terpukul sembari berharap ada upaya serius dari pemerintah menangani kasus tersebut. Di saat bersamaan, mereka masih berharap uang yang telanjur mereka keluarkan bisa kembali. Atau paling tidak, bisa tetap berangkat umroh dengan agen perjalanan lain.

    Hal itu terungkap dari penelusuran Kebumen Ekspres, kemarin (17/8/2017). Itupun tak mudah, sebab rata-rata dari para korban Fist Travel ini menutup diri dan enggan "berurusan" dengan media. Kalaupun ada yang mau bicarapun tak banyak yang bisa dikorek.

    "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tapi ya ada sekitar 200 orang," kata salah satu calon jemaah umroh First Travel asal Kebumen yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan itu.

    Menurut dia, gagal berangkat umroh ini memang menjadi pukulan berat bagi sebagian diantaranya. Itu bisa dimaklumi. Sebab, semua jamaah tersebut sudah mengeluarkan dana rata-rata Rp 14 juta. Bahkan karena sempat ada janji bisa diberangkatkan, ada sebagian jamaah mau menambah sebesar Rp 2,5 juta.

    Baca juga:
    (Total Uang Jamaah yang Ditilap First Travel Rp 715 Miliar)

    Selain kekhawatiran kehilangan uang, para calon jamaah umroh tersebut juga menanggung beban psikologis. Pasalnya, mereka sudah melakukan manasik. Bahkan,ada jamaah yang sudah menggelar pamitan kepada sanak tetangganya akan berangkat umroh. Kabar duka pun mengiringi, saat salah satu jamaah yang kemudian sakit dan meninggal.

    "Selain banyak diantaranya yang merupakan tokoh-tokoh, mayoritas calon jamaah dari Kebumen usianya sudah sepuh-sepuh. Jumlahnya sekitar 90 persen (yang sudah berusia lanjut). Ada yang sudah menunggu 2 tahun. Ada juga yang sudah tertipu agen perjalanan lain. Malah saat ikut First Travel mereka tertipu dua kali," kata sumber koran ini.

    Firasat buruk sebenarnya sudah dirasakan calon jamaah umroh pada akhir Ramadan kemarin. Saat itu, di tengah ketidak pastian, mereka sempat dijanjikan dapat berangkat di bulan September ini. Syaratnya, harus menambah Rp 2,5 juta. "Namun yang terjadi kemudian, muncul berita First Travel melakukan penipuan dan perkara ini ditangani kepolisian,"imbuh dia.

    Untuk diketahui, Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri yang kini menangani kasus tersebut. Modus yang mereka lakukan yakni menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Pembeli tergiur dan memesan paket umrah.

    Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tak kunjung berangkat. Perusahaan itu kemudian dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah. Pada perkembangannya, First Travel disebut-sebut menginvestasikan dana ke koperasi Pandawa. Koperasi tersebut diputus pailit dan pemiliknya menjadi tersangka kasus investasi bodong.

    Basir dan Sunarto, dua orang calon jamaah umroh agen perjalanan First Travel yang berhasil dihubungi secara terpisah kemarin sore mengakui mereka kecewa dengan kejadian ini.  Kini, mereka hanya berharap uang mereka kembali (refund). "Atau kami bisa berangkat dengan agen lain," ujar Sunarto.

    Di saat bersamaan, mereka berharap ada upaya serius dari agen First Travel di Kebumen untuk melakukan upaya ke Jakarta memperjuangkan nasib mereka. Berdasarkan penuturan para jamaah, termasuk Basir dan Sunarto, agen First Travel di Kebumen adalah M Madkhan Anis.

    Sayangnya, hingga berita ini diturunkan semalam, koran ini belum bisa mendapatkan pernyataan dari yang bersangkutan. Upaya koran ini menghubungi via pesan singkat dan telefon tidak mendapat respons. Hanya, koran ini mendapatkan informasi Madkhan Anis bakal berangkat ke Jakarta dengan membawa pengacara untuk mengupayakan pengembalian uang dari para calon jamaah umroh korban penipuan First Travel. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top