• Berita Terkini

    Saturday, July 8, 2017

    Tokoh Masyarakat Minta SDN 1 dan 2 Kebulusan Diregroup


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Beberapa tokoh masyarakat (tomas) Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan  berharap ada penggabungan dua sekolah (Regrouping)untuk SD Negeri 1 dan 2 Kebulusan. Pasalnya  tokoh masyarakat menilai regroup menjadi jalan terbaik untuk dua sekolah tersebut.


    Romelan Mustofa SE, salah satu tokoh masyarakat Desa Kebulusan mengatakan tujuan pendidikan yakni untuk mencerdaskan dan membentuk karakter anak bangsa. Dengan demikian maka iklim yang baik sangat diperlukan demi keberhasilan sebuah pendidikan. “Dengan adanya regrouping maka sudah tidak ada lagi persaingan antara SDN 1 dan 2, khususnya dalam pencarian siswa didik,” tuturnya yang juga mantan Kepala Desa Kebulusan itu, Jumat (7/7/2017).

    Dijelaskannya, SDN 1 dan 2 Kebulusan terletak pada satu area dengan halaman yang sama.  Pada tahun ajaran 2016/2017 lalu, salah satu dari sekolah tersebut mendapatkan siswa kurang dari 20 anak. Padahal syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) pada tahun ajaran 2016/2077 sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2016, yakni harus terpenuhinya rasio guru seperti rasio minimal jumlah siswa / peserta didik terhadap guru. Sesuai dengan PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, rasio siswa dan guru untuk SD yakni 20:1. “Dengan tidak terpenuhinya jumlah siswa pada salah satu sekolah tersebut, maka regrouping menjadi solusi yang sangat tepat. Hal ini juga untuk mengantisipasi munculnya persaingan yang tidak sehat dalam berebut siswa diantara dua sekolah tersebut,” paparnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Kebulusan lainnya yakni Zuber Syamsu SSos. Menurutnya dengan minimnya jumlah siswa, maka dapat memicu persaingan yang tidak sehat untuk kedua sekolah tersebut. Regrouping juga dilaksanakan untuk meminimalisasi persaingan antar guru. “Persaingan yang tidak wajar dapat menimbulkan kesenjangan yang tinggi. Iklim seperti itu, sangat tidak baik untuk perkembangan siswa. Untuk itu, regrouping sebaiknya segera dilaksanakan untuk SDN 1 dan 2 Kebulusan,” paparnya.

    Sementara itu, sebelumnya Kabid Dikdas H Agus Sunaryo SPd MPd menyampaikan banyaknya guru yang pensiun setiap bulannya dan minimnya peserta didik membuat proses pendidikan dapat terhambat. Agar proses pendidikan tidak terganggu maka sekolah-sekolah yang memenuhi pertimbangan-pertimbangan rasional dapat segara diregroup. “Regroup merupakan sebuah solusi, bukan justru malah mempersulit. Maka dalam pertemuan itu akan dibahas sekolah-sekolah mana yang memungkinkan untuk diregroup,” jelasnya.

    Sementara itu, salah satu jajaran pegawai SDN Negeri 2 Kebulusan yang enggan disebut nama menyampaikan, jika memang diperlukan maka regroup tidak masalah dilaksanakan. Hal ini demi para siswa agar dapat mengenyam pendidikan dengan baik. "Kalau para pegawai dan guru kayaknya tidak masalah jika memang harus diregroup. Hal ini tentunya demi kebaikan bersama," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top