• Berita Terkini

    Thursday, July 6, 2017

    Mobil Raja Paku Buwono Hilang , Kinerja Tim Satgas Panca Narendra Disorot

    SOLO – Dua kali dibobol pencuri, Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi langsung memanggil tim Satgas Panca Narendra untuk mengevaluasi sistem keamanan Keraton Kasunanan Surakarta. Sinuhun tak ingin kejadian serupa terulang ketiga kalinya. Sebab, dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan wisatawan.

    Kuasa hukum PB XIII Ferry Firman Nurwahyu mengatakan, Sinuhun sudah memanggil ketua tim Satgas Panca Narendra KGPH Benowo guna meminta penjelasan terkait kasus pencurian mobil di Sasana Putra Keraton Kasunanan yang juga kediaman PB XIII Hangabehi.

    “Sinuhun ingin memastikan kondisi keamanan di keraton setelah terjadi kasus pencurian. Kami tidak ingin kembali terjadi,” jelas Ferry, Kamis (6/7).

    Menurut Sinuhun, lanjut Ferry, tim Satgas Panca Narendra memiliki bidang dan tanggung jawab masing-masing. Di antaranya menangani bidang wisatawan, hukum, sosial, politik, dan keamanan. Nah, bidang sosial, politik kemasyarakatan dan keamanan merupakan tugas Begug Poernomosidi.

    “Sinuhun mempertanyakan kinerja bidang keamanan dalam kasus penucurian di keraton. Kami khawatir kasus pencurian kembali terjadi di Keraton,” ujar dia.
    Di keraton, imbuh Ferry, terdapat banyak benda cagar budaya (BCB) yang tak ternilai harganya. Ini harus disadari Satgas Panca Narendra agar benda-benda tersebut tidak menjadi target pencurian.

    Selain itu, keraton yang menjadi jujukan wisatawan harus aman dan nyaman. “Kami tidak ingin wisatawan di keraton menjadi takut hanya karena keraton pernah dua kali disatroni pencuri,” tegas Ferry.

    Terkait koordinasi dengan Sinuhun, Ketua Satgas Panca Narendra KGPH Benowo menuturkan, pihaknya telah bekerja maksimal ikut menjaga keraton tetap kondusif. “Saya dan tim sudah kerja nggak kenal waktu. Kebetulan ketua keamanan Begug sedang cuti. Sebenarnya sudah ada tanggung jawab masing-masing. Ke depan, kita tingkatkan lagi, terutama koordinasi antaranggota dan keamanan,” urai Benowo.

    Sementara itu, polisi masih memburu pelaku pencurian mobil Sinuhun Mitsubishi Pajero nomor polisi AD 7229 AH. Sejumlah saksi diperiksa. Termasuk memanggil dua orang dari pihak abdi dalem.

    “Sudah ada enam orang yang kita panggil. Semua orang yang ada di lokasi (Sasana Putra,Red) terutama yang saat kejadian ada di sekitar kawasan tersebut diperiksa. Ini untuk analisa menentukan dari mana pelaku masuk. Di mana pun posisi pelaku dan barang bukti, pasti segera kita temukan. Tunggu saja,” ungkap Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi mewakili Kapolresta AKBP Ribut Hari Wibowo.

    Ditekankan Agus, pelaku utama pencurian yakni eksekutor yang masuk ke dalam Sasana Putra. “Bila dia sudah tertangkap, akan muncul nama-nama siapa saja yang terlibat. Tentunya kita tindak tegas,” ungkapnya.

    Apakah ada penempatan personel khusus di kompleks keraton? Agus mengatakan tidak ada. “Pengamanan seperti biasa. Jajaran melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Kita harap agar ini bisa menjadi pelajaran bagi pihak keamanan keraton karena pelaku kejahatan tidak memandang tempat dan waktu,” jelas Agus.

    Hilangnya mobil Sinuhun karena dicuri ikut disayangkan Ningsih Angreani, wisawatan dari Purwodadi, Jateng. “Wah, hebat juga malingnya. Ya saya herankan, kok bisa ya masuk ke dalam keraton. Padahal saya tadi keliling dulu lihat-lihat temboknya tinggi-tinggi, dan pintu gerbangnya tertutup semua,” ucapnya. (atn/wa)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top