• Berita Terkini

    Thursday, July 27, 2017

    Enam Ruas Tol Baru Dioperasikan Agustus-September 2017

    JAKARTA - Sebanyak enam ruas tol baru akan dioperasikan dalam dua bulan ke depan. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memerinci, pihaknya operasikan lima ruas tol baru di Agustus. Yakni Medan-Binjai seksi 2 sepanjang 6,18 kilometer dan 3 sepanjang 4,28 kilometer, Palembang-Indralaya Seksi 1 sepanjang 7,75 kilometer, Kertosono-Mojokerto seksi 2 sepanjang 20,15 kilometer dan 4 sepanjang 0,9 kilometer, Bawen-Salatiga sepanjang 20,51 kilometer, dan Gempol Junction - Bangil sepanjang 7,8 kilometer.



    "Khusus ruas tol Gempol Junction - Bangil sepanjang 7,8 kilometer akan tersambung dengan ruas tol Bangil - Rembang sepanjang 7,9 kilometer yang sudah dioperasikan sebelumnya. Sehingga secara keseluruhan ruas tol Gempol - Rembang 15,7 kilometer sudah tuntas," katanya melalui keterangan resmi kemarin (28/7).



    Pada September, kata Basuki, pihaknya akan mengoperasikan satu ruas tol. Yakni sebagian ruas tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu (Becakayu). "Akhir September, kita operasikan Becakayu Seksi 1 sepanjang 8,3 kilometer dari Cipinang ke Jaka Sampurna, walaupun belum tersambung ke Jalan Kasablanka. Sekarang baru sampai Pasar Gembrong - Cipinang," ujar Basuki.



    Jalan Tol Becakayu memiliki panjang total 21,04 kilometer yang terdiri dari 2 seksi yaitu seksi 1 Casablanca - Cipinang - Jaka Sampurna 11 kilometer dan Seksi 2 Jaka Sampurna – Duren Jaya 10,04 km. Untuk keseluruhan Seksi 1 ditargetkan penyelesaiannya pada awal 2018. Biaya investasi tol ini  mencapai Rp 7,2 triliun.



    Di samping enam ruas tol yang akan diresmikan tersebut, Kementerian PUPR juga tengah membangun jalan tol Jakarta-Cikampek II (elevated). Pembangunan jalan tol ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas Karawang - Bekasi - Jakarta dan sebaliknya.



    Jalan tol Jakarta-Cikampek II sepanjang 36 kilometer ini, dibangun dengan investasi sebesar Rp 16 triliun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa dan ditargetkan beroperasi pada 2019.



    Pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II terdiri dari sembilan seksi yaitu Seksi Cikunir-Bekasi Barat (2,99 kilometer), Seksi Bekasi Barat-Bekasi Timur (3,63 kilometer), Seksi Bekasi Timur-Tambun (4,34 kilometer), Seksi Tambun-Cibitung (3,30 kilometer), Seksi Cibitung-Cikarang Utama (4,46 kilometer). Kemudian Seksi Cikarang Utama-Cikarang Barat (2,72 kilometer), Seksi Cikarang Barat-Cibatu (3,16 kilometer), seksi Cibatu-Cikarang Timur (2,45 kilometer) dan seksi Cikarang Timur-Karawang Barat (9,79 kilometer).



    Terkait kemacetan yang ditimbulkan akibat pembangunan  jalan tol tersebut, Menteri Basuki mengungkapkan akan terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang tol Jakarta-Cikampek.



    "Saya kira perlu rekayasa lalu lintas dan koordinasi intensif dengan Kepolisian, supaya kita bisa urai kemacetannya," kata Basuki.



    Ia menambahkan bahwa Indonesia terlambat meningkatkan kapasitas jalan tol dan infrastruktur lainnya. Seperti LRT dan kereta cepat. Kebetulan saat ini semua dikerjakan secara bersamaan. Namun demikian, gangguan selama pekerjaan ini timbul karena pemerintah melakukan upaya untuk mengatasi kemacetan.



    "Kita macet-macetan, tapi masih melihat ada harapan dari pembangunan itu. Dari pada macet-macetan, tapi pemerintah diam saja," ungkapnya. (and)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top