• Berita Terkini

    Selasa, 04 Juli 2017

    Arus Balik Selesai, Tol Dalam Kota Kembali Ramai

    JAKARTA – Puncak arus balik telah terjadi Minggu (2/7) malam. Lalu lintas menuju Jakarta pun berangsur normal. Tak ada lagi kemacetan panjang di ruas tol akibat aktivitas kendaraan keluar masuk rest area.


    Dari pantauan di posko nasional Angkutan Lebaran 2017 Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kepadatan kendaraan roda empat menuju Jakarta memang masih terjadi. Tapi, sebagian besar bukan lantaran balik dari mudik. Dari data PT Jasa Marga pada shift I, jumlah kendaraan yang menuju Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang-Utama sebesar 35.488 kendaraan. Jumlah tersebut masih lebih tinggi dari kondisi lalu lintas normal sebesar 27.773 kendaraan.


    ”Itu sebagian besar kendaraan yang kembali masuk kerja. Tapi sejauh ini normal tidak ada kemacetan,” ujar Ketua Posko Harian Ditjen Perhubungan Darat Shift I Akda Nuraini saat ditemui, kemarin (3/7).


    Dia mengatakan, mulai kemarin, kemacetan sudah bergeser kembali ke tol dalam kota. Sejak pagi, sejumlah ruas sudah padat, seperti ruas tol Semanggi. Kondisi ini pun kembali terjadi saat jam-jam pulang kerja. ”Sudah kembali lagi ke Jakarta sebelumnya lah,” tuturnya.  


    Ditemui terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, tak ada kendala besar dalam penyelenggaran mudik tahun ini. Pihaknya mengapresiasi seluruh stakeholder mulai dari kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jasa Marga, Kementerian ESDM, Pertamina, Kementerian Kesehatan, dan Pemda atas koordinasi yang begitu baik.


    ”Saya mengapresiasi pada seluruh stakeholder yang terlibat atas penyelenggaraan mudik yang baik ini,” katanya.


    Dia menjelaskan, ada bebera indikasi membaiknya penyelenggaraan mudik tahun ini. Diantararnya, peningkatan penumpang udara yang melampaui 10 persen dari H-10 sampai H+6 lebaran. Tercatat, jumlah penumpang domestic naik hingga 7,99 persen dibanding tahun lalu, yakni dari 4.655.242 penumpang menjadi 5.026.967. Sedangkan jumlah penumpang internasional naik dari 704.187 penumpang menjadi 813.468 penumpang, atau naik sekitar 15,52 persen.


    ”Artinya ada suatu kondisi dimana, kemampuan para operator dan penyelenggara lebih baik. Juga konsidi ekonomi masyarakat meningkat. Sehingga, bukan saja keberhasilan kurangnya delay, tapi juga pertumbuhan ekonomi juga baik,” paparnya.


    Keberhasilan lain, adalah tingkat keterisian moda transportasi Laut. terlihat dari keterisian rute Jakarta-Semarang mencapai 80 persen dari kapasita 20 ribu. ”Kalau jarak jauh memang belum maksimal. Kita akan konsen ke logistik karena kalau jauh kan terkait jarak dan waktu yang lama,” ungkapnya.


    Pada moda darat, ada catatan bagus soal penyiapan gardu tol. Jumlah gardu dibuka maksimal sesuai dengan arah arus. Di Cikarang Utama misalnya, gate dibuka hingga 31 gate. Merak juga sama, gate tersedia dalam jumlah banyak. Selain itu, ada perbedaan dengan penjualan tiket online.


    Untuk rest area, Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu mengakui adanya kebutuhan rest area yang lebih banyak. Menurutnya, ini peluang bisnis untuk Jasa Marga. ”Mereka bisa buat cluster cluster. Cluster telor asin, misalnya. Lalu cluster batik atau di cirebon bisa buat empal gentong. Jadi selain bisa buat istirahat, juga bisa meningkatkan kearifan lokal,” usulnya.


    Melihat perkembangan yang begitu baik pada tahun ini, Menteri yang akrab disapa BKS ini optimis jika tahun depan bisa lebih baik lagi. Dia menjanjikan banyak terobosan yang bisa dilakukan sehingga pelayanan lebih baik. (mia)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top