• Berita Terkini

    Saturday, July 8, 2017

    1.792 Motor Manfaatkan Program Motis

    ILUSTRASI
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Warga Kebumen yang memanfaatkan Program Angkutan Motor Gratis (Motis) menggunakan kereta api pada musim Lebaran 2017 ini cukup tinggi. Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto, mencatat sedikitnya 941 sepeda motor diturunkan di dua stasion besar di Kabupaten Kebumen pada arus mudik lalu.

    Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan dari 941 sepeda motor, 417 sepeda motor diturunkan di Stasun Gombong. Sedangkan di Stasiun Kebumen sebanyak 524 sepeda motor. "Saat arus mudik tidak ada yang naik dari kedua stasiun itu," kata Ixfan Hendriwintoko, Jumat (7/7/2017),

    Pada arus balik, sepeda motor pemudik yang dinaikan dari Stasiun Gombong sebanyak 381 kendaraan. Dari Stasiun Kebumen sebanyak 470 sepeda motor.

    Sementara di Stasiun Kutoarjo, pada arus mudik menaikan motor sebanyak 124 motor dan menurunkan sebanyak 1.371 motor. Kemudian pada arus balik menaikan motor sebanyak 1.243 motor dan menurunkan motor sebanyak 106 motor.

    Berbeda dengan di Kebumen dan Kutoarjo, peminat pemudik yang memanfaatkan program Motis terbilang sedikit.
    Pada arus mudik saja, dari Stasiun Purwokert menaikan motor sebanyak 5 motor dan menurunkan sepeda motor hanya 176 kendaraan. "Pada arus baliknya menaikan motor sebanyak 159 sepeda motor," ujarnya.

    Dari data yang ada terpantau angkutan Motis  di Daop 5 Purwokerto secara akumulasi selama 13 hari, yang memanfaatkan angkutan gratis Kementerian Perhubungan sebanyak 5.945 sepeda motor. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya hanya 3.464 motor, atau mengalami kenaikan sekitar 71 persen.


    "Angka tertinggi untuk realisasi pengangkutan Motis dengan tujuan Stasiun Kutoarjo, dengan volume sekitar 2.844 motor," kata Ixfan

    Ia menambahkan, peningkatan volume Motis yang terjadi karena disebabkan adanya penambahan frekuensi KA. Selain juga para pemudik mulai  menyadari tentang keselamatan dalam berkendara.

    "Jika dilakukan dengan motor jarak tempuh sejauh itu sangat membahayakan baik diri sendiri maupun orang lain. Faktor kelelahan, yang akhirnya ngantuk dan berujung kecelakaan, harapan kami kedepan peminat peserta MOTIS bisa lebih meningkat lagi," bebernya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top