• Berita Terkini

    Saturday, July 15, 2017

    119.557 Kendaraan di Kebumen Nunggak Pajak

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Kabupaten Kebumen kehilangan potensi pendapatan hingga miliaran rupiah akibat banyaknya kendaraan bermotor yang belum membayar pajak. Bahkan jumlah penunggak pajak kendaraan di Kebumen angkanya sangat fantastis. Hingga akhir 2016 kemarin, tercatat ada 119.557 kendaraan yang belum melakukan registrasi sekaligus melakukan pembayaran pajak.

    Rinciannya, 112.972 objek kendaraan roda dua dan 6.585 kendaraan roda empat. “Total tunggakan pajak yang belum terbayar sebesar Rp 16,686 miliar,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti didampingiWakil Bupati KH Yazid Mahfudz dan Kepala Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) atau Samsat Kebumen, Bambang Nurcahyo
    pada acara launching program Samsat Desa (Samdes), Jumat (14/7) pagi di halaman Samsat Kebumen.

    Kapolres menuturkan, tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor harus segera dicarikan solusinya. Apalagi trend pertumbuhan kendaraan bermotor di Kebumen
    sangat tinggi tiap tahunnya. Yakni di kisaran angka 36 ribu kendaraan atau sekitar 3 ribu kendaraan per bulan.

    Terkait hal itulah, Polres Kebumen bekerja sama dengan Samsat meluncurkanprogram ini, para wajib pajak tak perlu lagi jauh-jauh datang ke kantor Samsat
    untuk membayar tagihan pajak kendaraan bermotor.

    Mereka cukup datang ke kantor desa setempat untuk membayar pajak dan dilayani petugas Samdes yang datang ke desa-desa menggunakan sepeda motor. Hebatnya
    lagi pembayaran pajak kendaraan bisa hanya membutuhkan waktu maksimal tiga menit sepanjang semua persyaratan, seperti STNK dan KTP lengkap.

    “Ini merupakan inovasi layanan jemput bola untuk mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan program ini diharapkan tunggakan pajak kendaraan bermotor bisa turun,” imbuh Kapolres.

    Harapan yang sama juga diungkapkan Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfud. Menurut dia, program Samsat desa dapat menurunkan angka tunggakan pajak kendaraan
    bermotor. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh camat agar ikut berperan aktif mensosialisasikan program ini ke tengah masyarakat.

    “Bagaimanapun pajak sangat penting untuk membiayai pembangunan di Kebumen,” ujarnya.

    Hal ini diamini Kepala UPPD Kebumen, Bambang Nurcahyo. Dijelaskannya, ada sharing pendapatan 30 persen antara provinsi dan kabupaten terkait penerimaan pajak
    kendaraan bermotor. “Dengan pajak yang dibayar tentu membantu pendapatan daerah untuk melaksanakan pembangunan,” ucapnya.

    Bambang menuturkan, selama ini pembayaran pajak kendaraan dilakukan di sejumlah titik. Antara lain di Samsat Induk Jalan Tentara Pelajar, gerai Samsat Bapelkes
    Gombong serta samsat Keliling yang beroperasi di tiga kecamatan.

    Dengan adanya Samdes ini, pihaknya bisa menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat kota. Seperti di wilayah Sadang, Karanggayam bahkan wilayah
    Kecamatan Ayah.

    “Bahkan jika ada permintaan dari kelompok masyarakat yang ingin membayar pajak, kita siap datang,” imbuhnya.(has)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top